19

1101 Words

Idris menaiki undakan tangga menuju villa. Dia langsung masuk ke dalam, karena telah diizinkan oleh penghuninya. "Apa yang kau lakukan di sini, Fabian?" tanya Idris saat melihat pria itu duduk di sofa hanya mengenakan celana pendek. "Hanya menenangkan diri." Fabian menjawab. "Jadi, kau merasa kacau hingga memutuskan untuk menenangkan diri." Idris bertanya lagi. "Aku nggak perlu menjawab kalimat itu." Fabian menatapnya, lurus. "Kau menghindari Aurora? Tapi, kenapa kau masih ingin bertanya mengenai kabarnya?" "Aku menanyakan situasi rumah, bukan hanya Aurora." Idris duduk di hadapan Fabian, baru hari pertama, tapi dia memperhatikan Fabian sudah gelisah karena tidak pulang ke rumah. "Semua baik-baik aja." "Katanya Aurora bekerja part time. Kenapa kau nggak melaporkannya padaku." "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD