03 ; foodcourt

1610 Words
✧・゚: *✧・゚:* Malam ini, Genan menepati janjinya untuk pergi ke bioskop bersama Haura, Genan menyambar kunci mobil beserta jaketnya dan berjalan menuju ke bawah. "Mau kemana bang? ", Tanya Dina, ibunda Genan. " Ke bioskop bun, Nemenin Haura" Dina membulatkan mulutnya. "Genan pamit ya bun, " Ucap Genan sembari menyalami tangan Dina. "BANG GENAN,TUNGGU WOYY!!!!!!" Langkah Genan terhenti kala mendengar teriakan dari adik perempuannya, Della. "Ada maunya pasti", batin Genan dalam hati. " Nitip apa!? " Ceplos Genan yang sudah tahu maksud dari Della. Della nyengir lebar, "Acieeee pekaa, Seblak yee, satuuu pedes tapi kagak pedes pedes amat, jangan dikasih sayuran, gue ga suka, ehh iya, kasih sosisnya yang banyak jangan pelit.udah itu aja, makasihhh abangggg, jangan lama lama !!!", Ucap Della dan diakhiri dengan mengecup pipi kiri Genan dan berlari kembali menuju kamarnya, "INGETTTT JANGANN SAMPE LUPAAAA!!!!!!!!! " Teriak Della ketika ia sampai di lantai atas. Genan memutar bola matanya malas sedangkan Dina terkekeh sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya. "Genan berangkat bun," Pamit Genan lalu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan rumah. Dina mengangguk lalu tersenyum simpul. "Hati hati dijalan bang!!" ✧・゚: *✧・゚:* "Gas, Masih lama? ", Leana menguap, Sudah sejam lebih ia menemani Regas memilih Buku untuk keperluan OSIS di sebuah mall. Regas masih sibuk membolak balikan sampul buku yang dipegangnya. " kan gue udah bilang kalo bakalan lama Na" Ucap Regas disertai dengan pelan di akhir kalimatnya. Leana nyengir, " Iyadeh iyaaa, udah cepetan milihnya, Aku laper pengen makan " Regas mengangguk, "kurang dikit lagi". Regas kembali melanjutkan memilih buku yang ia butuhkan untuk keperluan OSIS nanti. Sementara Leana menyibukan diri dengan sesekali memotret aktivitas dari para pengunjung mall dengan kamera yang ia bawa. " Nah selesai, yukk,ke kasir bayar dulu", Ucap Regas sambil tersenyum puas. Leana mengangguk, lalu berjalan mengikuti Regas menuju meja kasir. "Berapa? " Tanya Regas kepada mbak mbak penjaga kasir. "Total Semuanya 380.000 rupiah mas", Ucap penjaga kasir tersebut sambil tersenyum genit ke arah Regas. Regas menyodorkan empat selembaran merah dari dompetnya. Penjaga kasir tersebut menerimanya, dan memberikan kembalian kepada Regas. " Sering sering ke sini ya mas ganteng", Ucap penjaga kasir itu sembari tersenyum malu. Regas hanya mengangguk mengiyakan, Sedangkan Leana terkikik geli dibelakangnya. Mereka kembali berjalan menuju lantai atas. "Kayaknya tuh mbak mbak kasir suka sama kamu deh gas, " Ucap Leana sambil terkekeh geli. "Gue ganteng, Semut aja pernah naksir sama gue" Regas menyisir rambutnya ke belakang,menyombongkan diri. Leana memutar bola matanya. "Mau langsung makan apa pengen nonton dulu? " Tanya Regas. Leana menggeleng, "langsung makan aja, lagi nggak pengen nonton, " Regas mengangguk menuruti ucapan Leana, kakinya berjalan memasuki sebuah foodcourt yang dirasanya enak. Regas menuntun Leana untuk menduduki kursi yang dekat dngan jendela, agar lebih leluasa menikmati pemandangan luar. "Mau makan apa Na? " Tanya Regas "Es krimmm rasa coklattt!!!" Ucap Leana antusias Regas terkekeh melihat tingkah Leana. Seorang pelayan menghampiri mereka seraya menundukan badan, memberi hormat. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " Regas mengangguk, "Saya pesan es krim coklatnya satu sama moccachino nya satu" Pelayan itu mencatat pesanan Regas, dan mengangguk ramah. "Tunggu sebentar ya kak", ucap pelayan itu lalu berlalu meninggalkan meja. Regas mengangguk, kemudian tatapannya beralih ke Leana yang tampak asik memperhatikan jalanan di luar jendela. " Liatin apa Na? " Leana menunjuk ke arah jalanan, "Liatin jalan, gatau kenapa aku suka banget liat jalan dari kecil, dulu, bang Leon sering banget ajak aku jalan jalan sore liatin pemandangan di jalan, sekarang udah jarang, " Leana berucap sendu. Regas merasa iba, "Ntar gue bakal lebih sering ajak lo jalan jalan liatin jalanan, mau? " Ucap regas berusaha menghibur Leana. Leana mengangguk antusias. "Janji? " Leana menyodorkan jari kelingkingnya di depan Regas. Regas tersenyum dan balas menautkan jari kelingkingnya dengan Leana, "Janji! " Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa nampan berisi es krim dan segelas moccachino pesanan mereka. "Yeayyy es krim nya datenggggg!!!!!! " Leana bersorak senang dan langsung menyerobot mengambil es krim di dalam nampan yang masih di bawa sang pelayan. Pelayan itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu Leana yang sangat kekanakan. "Pacarnya lucu mas, Ini pesanan ya,moccachino dan es krim coklat yang udah di bawa mbaknya", Ucap pelayan tersebut sambil meletakan segelas moccachino milik Regas. Regas terkekeh " Makasih mbak, tapi ini bukan pacar saya" Pelayan tersebut nampak terkejut menahan malu karena salah sangka, "Ohh maaf ya mas, saya gatau, yaudah saya pamit dulu, Selamat menikmati" pelayan tersebut berucap kembali dan langsung pergi meninggalkan meja Regas dan Leana. Regas kembali memusatkan perhatiannya pada Leana yang tengah menikmati es krim nya sambil sesekali melirik ke pengunjung yang baru tiba di foodcourt yang mereka tempati. Ia mengambil ponsel dari dalam sakunya dan mengabadikan aktivitas Leana secara diam-diam. Regas tersenyum puas melihat hasil jepretanya.  "Cantik", Gumam Regas tanpa sadar. Leana menyatukan alisnya mendengar gumaman aneh dari Regas. "Gas, kamu ngomong apa?" Regas mengerjap, kemudian menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Ha? kagak ada." Ucap Regas sembari tersenyum kikuk. "Beneran? ", Leana mengangkat satu alisnya, mulutnya masih sibuk menjilat es krim di genggamanya. " Bener, abis ini mau kemana? " Tanya Regas berusaha mengalihkan topik. "Mampir dulu ke toko Aksesoris mau?" Regas mengangguk, "boleh, Gue sekalian mau beli headband buat tanding futsal besok" Leana berseru senang" Makasih agass" "Sama samaa" Regas beristighfar dalam hati "Untung kagak ketauan yaallah" ✧・゚: *✧・゚:* "Masih takut hm? ", Genan mengusap pelan kepala Haura. Wajah gadis itu nampak pias usai melihat adegan menyeramkan dari film horor yang mereka tonton tadi. Haura tersenyum, " Udah enggak " "Mau makan apa? " Tanya Genan. "Ke foodcourt itu aja, gue lagi pengen makan pastel" Tunjuk Haura pada foodcourt yang ia maksud. Genan menyetujuinya, mereka pun berjalan berdampingan menuju area foodcourt yang dituju. Foodcourt ini tampak ramai, Genan menarik tangan Haura menuju meja paling ujung, hanya meja itu satu satunya yang masih kosong. Seorang pelayan menghampiri mereka. "Ada yang bisa saya bantu? " "Pastelnya satu sama ekspreso dua", Ucap Genan to the point. Pelayan tersebut mancatat menu yang Genan katakan. " Tunggu sebentar ya" Ucap pelayan itu lalu melenggang pergi meninggalkan keduanya. Haura sibuk memainkan ponselnya, sesekali ia mengajak Genan untuk berfoto, Namun Genan menolaknya. Genan mengedarkan pandangannya, Mata tajamnya berhenti kalau melihat dia orang yang ia kenali. "Cewek itu? Dan? Regas? " Batin Genan. Ia semakin mempertajam matanya kala melihat interaksi keduanya yang tampak sangat akrab. Mereka pacaran? , ✧・゚: *✧・゚:* Leana mengusap sisa sisa es krim di bibirnya menggunakan tisu. " Udah?" Leana mengangguk lalu bangkit dari duduknya. Regas menggandeng Tangan Leana keluar dari area foodcourt, Menuju ke toko Aksesoris yang tak jauh dari tempat foodcourt itu berada. "Lo milih milih aja dulu aksesoris yang lo mau, kalo udah selesai bilang gue, gue mau milih headband di sana" Tutur Regas yang dibalas anggukan oleh Leana. Regas meninggalkan Leana yang masih sibuk menjajal Gelang di tangannya. Keduanya tak sadar bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan. ✧・゚: *✧・゚:* Genan menggeram melihat interaksi Regas dengan Leana yang begitu dekat. Entahlah, walau dirinya tidak menyukai gadis seperti Leana, namun, kali ini ia tak suka saat melihat gadis itu akrab dengan pria asing seperti Regas. Melihat keduanya hendak keluar dari foodcourt tersebut, Genan bergegas menghampiri mereka. "Mau kemana Nan? " Tanya Haura melihat Genan yang tampak terburu buru. "Ke sana bentar, wait in here baby " Haura mengangguk menuruti ucapan Genan. Genan melebarkan langkahnya melihat Leana dan Regas yang sudah hampir menjauh dari area foodcourt dan masuk ke dalam toko Aksesoris. Genan melihat Regas pergi ke arah lain meninggalkan Leana yang tengah sibuk memilih gelang. Ia bergegas menghampiri Gadis itu. Genan menarik kasar tangan Leana hingga terhuyung ke belakang dan berakhir menubruk dada bidangnya. "Awww, shhh",Leana meringis kesakitan. Matanya membelalak lebar melihat orang yang baru saja menarik tangannya. "G-genan? " Genan menatap Leana datar. "Kamu ngapain disini? " Tanya Leana yang tak dihiraukan oleh Genan. "Seharusnya gue yang tanya ke lo, ngapain lo kesini bareng Regas? " Tanya Genan dingin. "A-aku nemenin Regas" Jawab Leana sedikit takut melihat sorot tajam Genan kepadanya. Genan berdecih," Ganjen juga lo jadi cewek, Di sekolah ngejar ngejar gue, di luar sekolah ternyata sama aja, malah lebih parah!!" Leana mengeryit tak mengerti dengan ucapan Genan. "M-maksud kamu? " Genan mendengus kasar, " Gak usah sok polos!!,Sekarang gue tanya sama lo, lo pacaran sama Regas!? " Tanya Genan sembari menatap Leana kelewat tajam. Leana membulatkan matanya, "Hah? E-enggakk, Aku sama Regas cuma sa-" "You right, Leana cewek gue" Regas tiba tiba datang dari arah belakang memotong ucapan Leana. Mata Leana semakin membulat, Apa yang Baru saja Regas Katakan? Genan menatap Regas tajam, begitu juga sebaliknya. "maksud lo apa! ? " Genan menggeram. "Leana udah jadi milik gue, dan lo gak punya hak buat ngata ngatain dia kayak barusan, karna gue yang nyatain rasa duluan, bukan Leana. " Ucap Regas sambil menunjuk dada Genan dan menarik Leana pergi meninggalkan Genan yang masih mematung di tempat. Genan mengeryitkan dahinya heran, kenapa ia harus marah?, bukankah ini yang ia inginkan? Leana berhenti menganggu hubungannya dengan Haura. Ah entahlah, ia semakin bingung dengan dirinya sendiri. Sebuah tepukan menyadarkan Genan yang tengah sibuk berkutat dengan jalan pikirannya. "Nan, gue cariin lo kemana mana, ternyata malah disini, gue udah nunggu lama loh, " Omel Haura Genan masih bergeming. "Nan? Lo gapapa?" Genan menatap Haura sekilas kemudian mengangguk, ia menarik tangan gadis itu menuju parkiran. "Mau kemana Nan? " "Pulang" Jawab Genan singkat dan langsung menyalakan mesin mobilnya, menyisakan tanda tanya di benak Haura yang melihat 180° perubahan dari diri Genan. ✧・゚: *✧・゚:*
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD