ASJK Bab.8

1191 Words
Aisyah terus berjalan tak tentu arah ia hanya mengikuti langkah kakinya tanpa tau mau kemana, malam semakin gelap dan Aisyah tidak tau tujuan sama sekali, kriuuukkk kriukkk kriuuukkk... bunyi perut Aisyah yang seolah protes minta di isi, ya Allah aku sampe lupa belum makan dari pagi... sambil mengelus perutnya yang mulai terasa perih, sungguh hari ini dia mendapat begitu banyak kejutan membuatnya melupakan untuk mengisi perutnya, sampai tiba di sebuah gubuk pinggiran hutan Aisyah berhenti untuk beristirahat, dia lelah harus terus berjalan dalam keadaan perut kosong, gubuk ini biasanya di gunakan para pencari kayu bakar atau para pencari rumput pakan ternak mereka di hutan untuk beristirahat, tinggal di desa terpenci seperti inil tentu saja tidak seramai di kota disini masih banyak hutan hutan. malam yang gelap tanpa penerangan membuat jarak pandang terbatas, Aisyah pergi dari rumah hanya bermodalkan senter kecil miliknya yang biasa dia gunakan saat keluar rumah di malam hari, ponsel sudah tidak ada, tabungan sudah di curi, rumah dan tempat usaha juga di jual secara diam diam, dan Aisyah pergi hanya membawa senter kecil berikut uang sisa tahlilan kemaren yang tinggal satu juta saja. Aisyah duduk bersandar di tiang gubuk tak terasa air matanya menetes seperti rintik hujan yang tidak mau berhenti, dia tidak menyangka kalau hidupnya akan seperti ini, kehidupan yang dulu begitu bahagia bersama kedua orang tuanya dan calon suami yang begitu lembut dan penyayang, kini semuanya seolah di rampas dengan paksa, tapi Aisyah tidak mau mengeluh karena dia yakin apapun yang ALLAH takdirkan pasti adalah yang terbaik untuknya. tak jauh dari tempatnya beristirahat Aisyah seolah melihat ada beberapa orang yang berhenti di pinggir jalan, Aisyah memastikan penglihatannya dengan mendekati pelan pelan tanpa suara takunya mereka adalah orang orang jahat, malam yang gelap membuat Aisyah lebih mudah bersembunyi, dan ketika semakin dekat Aisyah melihat 3 orang gadis yang sedang kebingungan karena mobil yang mereka tumpangi seperti nya mogok, setelah beberapa saat dia mendengarkan perbincangan orang orang tersebut Aisyah ahirnya menyimpulkan kalau mereka bukanlah orang jahat, Aisyah memutuskan keluar dari persembunyiannya bermaksud menolong mereka. assalamualaikum semuanya Aisyah berjalan mendekati sambil mengucapkan salam, mereka bertiga tentu saja kaget melihat seorang wanita keluar dari kegelapan secara tiba tiba, bahkan mereka sampai memperhatikan kakiku mungkin mereka kira kakiku tidak menapak di tanah heheheheee... ,batinku tertawa geli melihatnya, aku sendiri pun pasti akan melakukan hal yang sama jika tiba tiba ketemu seorang perempuan malam malam sendirian di pinggiran hutan. waalaikumussalam....,,, jawab mereka bersamaan. Apa kalian butuh bantuan?, tanya Aisyah, iya mobil kami tiba tiba saja mogok, Alexa menjawab pertanyaan gadis itu sambil matanya melihat kebawah, takutnya kaki gadis itu tidak Napak kan ngeri iihh semoga aja bukan mahluk halus... batinya ,, hmm biar saya lihat jawab Aisyah sambil mendekat ke arah mobil dan membuka kap mesin sambil memeriksa bagian kerusakan dan berusaha memperbaikinya, silahkan mbak coba di starter ujar gadis itu Kanaya pun mencoba menghidupkan kembali mobilnya dan wow berhasil,, wah terimakasih banyak ya mbak atas bantuannya, mbak ternyata hebat juga bisa memperbaiki mobil, Aisyah pun tersenyum dan berkata dulu ayah saya punya bengkel mobil dan motor dan saya beberapa kali ikut membantu ayah di bengkel, ibu saya punya konveksi kecil kecilan ya Alhamdulillah saya bisa memperbaiki mobil dan juga bisa menjahit,,oh iya kenalin nama saya Aisyah Maharani Panggil saja Aisyah sambil mengulurkan tangannya kepada Kanaya Alea dan juga Alexa mereka pun menyebutkan nama masing masing... hmmm mbak kenapa mbak bisa berada di tempat sepi seperti ini sendirian? maaf tadi saya sempat mengira kalo mbak bukan manusia maaf hehe Kanaya dan juga Alexa nyengir sambil ga enak menatap Aisyah,, hehe gapapa saya ngerti ko saya bersembunyi dari suami karena dia tidak mau berpisah tapi kami tidak mungkin bisa melanjutkan pernikahan kami yang tidak sehat makanya saya lebih memilih pergi dulu sebelum nanti saya akan gugat cerai dia.. mereka bertiga hanya menganggukan kepala tanda mengerti,, lalu apa rencana mbak akan terus bersembunyi di tempat seperti ini? tanya Alea ,, ntah lah saya bingung karena saya tidak punya kenalan di daerah sini,, ya sudah kalo gitu mbak ikut kami saja besok ke Bandung gimana? tanya Kanaya Aisyah berfikir sambil menimbang nimbang apa sebaiknya dia pergi sejauh mungkin agar tidak di temukan suaminya sampe nanti dia punya uang untuk bisa menggugat cerai suaminya, karena sepertinya suaminya itu tidak akan pernah mau menceraikannya,padahal sudah sangat jelas kalau kami tidak mungkin bisa terus bersama.. "ah sudah lah lebih baik aku pergi sejauh mungkin",, baiklah saya ikut saja dari pada di sini dan beresiko dapat di temukan kapan saja. kini mereka berempat telah sampai di tempat tinggal Kanaya selama praktek di desa ini, mereka semua sudah membersihkan diri dan juga makan malam bersama, Dokter Kanaya memberikan pakaian ganti kepada Aisyah, beruntung mereka berempat memiliki bentuk tubuh yang sama, sama sama bertinggi badan 170cm dengan tubuh padat berisi tapi tidak gemuk ya kalau bahasa Belandanya itu adalah semok hahahaa. mereka berempat duduk di teras rumah sambil memandang bintang bintang yang berkelap kelip sambil berbincang bincang, walau Aisyah baru bertemu dengan Kanaya, Alexa dan juga Alea mereka berempat tidak canggung sama sekali bahkan Aisyah merasa nyaman berada di dekat mereka bertiga. kini Aisyah dan juga Kanaya berada di satu kamar sedang Alexa dan Alea ada di kamar sebelah, ya di rumah ini hanya ada 2 kamar dan mereka harus berbagi kamar. Terimakasih ya Bu Dokter atas tumpangannya Aisyah membuka percakapan, cek panggil aja Naya ga usah resmi resmi amat gue lagi ga tugas kan hehee, Kanaya yang ramah dan mudah bergaul membuat dia tidak kesulitan untuk bercengkrama dengan orang baru tapi itu kembali ke hati juga sih kadang kan suka ada orang yang baru bertemu tapi sudah merasa ga nyaman untuk berdekatan ibarat magnet positif sama positif atau negatif sama negatif tidak pernah mau menempel hehee.. iya iya Naya terimakasih, Aisyah meralat ucapannya. oke yu tidur udah tengah malam besok kita akan mengadakan perjalanan jauh biar seger, Kanaya memutus percakapan sambil menarik selimut tebalnya mengingat di daerah sini memang cukup dingin, oke,, jawab Aisyah singkat sambil menarik selimut menutupi hingga lehernya. ya ALLAH semoga besok bisa lebih baik dari hari ini, bisa lebih bermanfaat dan di mudahkan segala urusan aamiin,, بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut(u) Artinya: "Dengan nama Engkau, ya Allah, aku hidup dan aku mati" terimakasih ya ALLAH atas pertolonganmu hari ini, sehingga hamba di pertemukan dengan orang orang baik. Tidak ada alasan untuk mengeluhkan apa yang terjadi karena masih banyak hal hal yang bisa kita syukuri. dalam hidup ini pasti akan banyak sesuatu yang terjadi nak apakah itu menyenangkan ataupun tidak yang pasti apapun yang terjadi itu sudah ketentuan ALLAH dan kita hanya perlu menjalaninya saja, jangan pernah mengeluh karena sesuatu yang tidak menyenangkan karena masih banyak yang bisa kita syukuri dalam hidup ini, kunci kebahagiaan kita itu ada pada diri kita sendiri kalau kita selalu bersyukur dengan apa yang ada bukan mengeluhkan sesuatu yang tidak ada maka kita akan selalu berbahagia tapi kalau kita terus mengeluh dengan sesuatu yang tidak ada maka kebahagiaan itu tidak akan pernah ada. nasehat ibunya kembali terngiang ngiang di benak Aisyah, terimakasih ibu semoga ibu berada di taman surga aamiin... Kemudian Aisyah memejamkan matanya berusaha ikhlas dan melepaskan segala sesuatu yang menyakitkan dalam hatinya...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD