ASJK Bab.7

1437 Words
Ningsih POV satu nama yang paling gue benci adalah Aisyah, sejak kecil Aisyah selalu saja mendapatkan segala yang gue inginkan, Aisyah yang selalu di puji atas kecantikannya saat ada acara keluarga Aisyah yang selalu menadapat nilai bagus di sekolahnya Aisyah yang banyak di sukai cowok cowok kampung pokonya semuanya hanya tentang Aisyah, sejak saat itu gue bertekad kalo gue akan merebut apapun yang Aisyah miliki gue ga mau kalah lagi darinya, sudah sejak remaja gue sudah terobsesi segala sesuatu yang berkaitan dengan Aisyah gue lakukan berbagai macam perawatan di kota untuk mendapatkan wajah yang gue inginkan dan itu ga murah ibu sampai harus jual tanah warisan untuk membiayai perawatan muka dan tubuh gue agar mendapatkan hasil yang maksimal, makanya ibu gue sampai mengambil warisan punya kakaknya yaitu ibunya si Aisyah, kata ibu, kakanya ga butuh warisan lagi karena dia sudah mapan usahanya sukses begitupun suaminya, sedang ibu hanya seorang janda yang nganggur, sampai hari dimana gue liat si Andrie lagi nembak Aisyah jelas saja gue emosi secara gue udah lama suka sama si Andrie, sejak saat itu gue bertekad akan melakukan apa saja demi merebut Andrie, gue ga akan biarin Aisyah bahagia di atas penderitaan gue, langkah awal gue daftar di kampus yang sama dengan Andrie, selama setahun lebih gue deketin dia tak kenal lelah pokonya sebelum gue dapet gue ga akan berhenti, Sampai hari dimana gue nekad masuk kamar kost nya dan menggodanya, gue yakin sekuat apapun dia nolak kalo gue udah buka baju dia bisa apa selain mengikuti apa yang gue inginkan, hanya saja gue ga nyangka kalau ternyata Andrie tau kalau dia bukanlah yang pertama, gue akui memang gue sering melakukannya dengan teman teman cowok gue dan tentu saja itu ga gratis, selama mereka berani bayar sesuai tarif yang gue mau maka gue dengan senang hati melayani mereka karena gue juga butuh buat perawatan dan beli skincare yang ga murah untuk menunjang penampilan gue. sebulan yang lalu Andrie mengatakan kalo dia tidak ingin berhubungan lagi, karena dia mau menikah dengan Aisyah, gue hanya tersenyum saja mengiayakan, kalo sampai gue larang sudah pasti Andrie bakalan menjauhi gue, dan gue ga mau itu terjadi. Saat pernikahan Aisyah dan Andrie tiba gue udah punya rencana sendiri, gue ga akan biarin Aisyah dan Andrie bahagia di belakang gue, dan saat malam tiba gue kasih obat tidur buat Aisyah tentu saja dengan tangan orang lain ga mungkin gue kasih sendiri bisa curiga dia tiba tiba gue baik baikin dia, walaupun Andrie sudah resmi menikah dengan Aisyah, Andrie tetap akan jadi milik gue tentu saja dengan sedikit ancaman, selama berhubungan dengannya gue selalu rekam dengan smartphone tanpa sepengetahuan nya, tujuannya ya untuk seperti saat ini agar Andrie tidak bisa ninggalin gue, dan itu semua berhasil sampai seminggu pernikahan nya Andrie belum berhasil tidur dengan Aisyah, "apa kabar hati gue?" oh tentu saja senang karena rencana gue berhasil, saat malam itu gue kembali beraksi kalo Sampai Andrie ga mau menginap di rumah gue maka rekaman video itu akan sampai ke tangan Aisyah tentu saja Andrie ga mau itu terjadi dan ahirnya dia nginap di rumah gue sesuai yang gue inginkan, "apa nginap hanya sekedar nginap?" oh tentu saja tidak, walaupun Andrie terus terusan menolak karena ga mau lagi mengkhianati Aisyah tentu saja gue ga kehabisan akal kembali gue ancam dengan video video yang gue punya dan akhirnya dia mau ga mau nurutin apa yang gue mau dan setelah nya gue kasih dia obat tidur agar langsung tertidur sampai pagi karena gue tau kalau Aisyah pasti bakalan datang ke rumah gue untuk masalah rumah nya yang udah gue jual dengan begitu dia akan melihat apa yang terjadi dan dia pasti akan sakit hati melihat suaminya ada di kamar wanita lain, istri mana yang tidak akan hancur hatinya melihat penghianatan bukan,!! dan lagi sekarang dia udah ga punya apa apa harta yang selama ini memanjakannya sudah gue kuasai suami nya pun udah gue miliki gue puas melihat dia hancur gue puas melihat dia kalah. author POV kak Andrie lepaasssss!!!!!..... Aisyah masih terus berusaha melepaskan diri sambil berteriak,, tidak akan Aish kakak tidak akan pernah melepaskan kamu Kakak tidak sanggup kehilangan kamu sayang!!!!! kakak akan membuatmu hamil anak anak kakak pokonya kita akan selalu bersama sampai tua sayang kakak sangat mencintai kamu sayang sangat!!!!!... Andri menekankan kata katanya, kakak tidak akan sanggup kehilangan kamu, Andrie yang terus memeluk Aisyah sambil berusaha membuka baju Aisyah, aaaaaaaaaaaaaa.!!!!!!.... tolooooooooonnnnggggggg!!!!!!.... Aisyah berteriak sekuat tenaga, jangan teriak sayang kakak ini suami kamu kakak berhak atas dirimu, tubuhmu juga halal untuk kakak jangan melawan sayang kalau kamu menolak keinginan suami nanti kamu yang dos--.... Andrie ga usah ngomong dosa sama gue sialan!!!... teriak Aisyah frustasi, Lo pikir selama ini Lo berzinah sama jalang Lo itu bukan dosa haahhhh, jilbab Aisyah sudah berhasil di tarik Andrie bajupun sudah koyak di tarik paksa, mata Andrie semakin berbinar melihat tubuh molek Aisyah yang selama ini dia tutupi, kulit putih bersih alami milik Aisyah yang seolah oleh manggil minta di elus, wajah cantik alami Aisyah yang lebih sering tanpa make-up membuat Andrie semakin beringas, beda sekali dengan kulit Ningsih yang tidak sebening Aisyah. Aisyah menjerit beroda dalam hati agar ALLAH memberikan pertolongan-Nya ia tidak Sudi harus di sentuh suaminya yang sering berzinah sumpah demi apapun dia ga Sudi, Aisyah merogoh saku celananya mengambil ponsel untuk meminta pertolongan, Andrie yang menyadari hal itu langsung merebut ponsel dari tangan Aisyah lalu membantingnya hingga hancur tak bersisa, Aisyah tidak kehabisan akal ia kemudian mencari benda apa saja yang bisa ia gunakan untuk membela diri Sampai ahirnya matanya tertuju pada gunting jahit yang biasa ia gunakan saat menjahit, Aisyah mengigit tangan Andrie yang terus memeluknya dan mengoyak pakaiannya, Andrie yang kaget melepaskan pelukannya dan pada saat ia berhasil melepaskan diri gegas dia meraih gunting itu dan mengacungkannya ke arah Andrie, Lo berani sentuh gue maka gunting ini yang akan bicara dengan tubuh bergetar Aisyah berusaha melawan, Andrie kaget melihat apa yang ada di tangan Aisyah dia mengangkat tangan dan berusaha membujuk Aisyah agar melepaskan gunting itu, jangan main main sayang aku ini suamimu jangan bersikap seolah aku ingin menodaimu aku ini halal bagimu Aish sayang. Cuiih najis gue di sentuh sama Lo, sekarang keluar dari rumah gue keluaaaarrrr Aisyah berteriak, oke oke aku keluar aku akan nunggu kamu di luar ya sayang, Andrie melangkahkan kakinya keluar kamar dia akan memberikan Aisyah waktu supaya bisa lebih tenang nanti setelah tenang baru ia akan ajak bicara baik baik, brruuukkk pintu kamar langsung di tutup kasar kemudian di kunci dari dalam, sayang aku tunggu kamu di sini ya sampai kamu tenang... Andrie berteriak. tubuh Aisyah luruh ke lantai ia menangis sejadi jadinya, akhirnya setelah menahan rasa sesak beberapa hari ini ia tumpahkan semuanya ya Allah suami macam apa yang aku nikahi ini ,,, hiikk,,,hiikk,,,, hiikk,,, Aisyah terus menangis melupakan segala emosi segala kekesalan yang ia tahan selama ini apa yang harus hamba lakukan ya ALLAH ,, batin Aisyah terus menjerit meminta pertolongan dan petunjuk. sayang aku siapin makan untuk kamu ya... Andrie berteriak lagi dari luar kamar, Aisyah sama sekali tidak menjawab teriakan Andrie dia sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan kedepannya, Aisyah pergi ke kamar mandi gegas dia mandi dan berwudhu kemudian melaksanakan sholat magrib dan melantunkan ayat ayat Al Qur'an dengan suara merdunya.. وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ “Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS. Al Baqarah: 45). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153) ya Allah ya Tuhanku jadikanlah hamba termasuk orang orang yang sabar aamiin... Aisyah menutup Al Qur'an nya, ya Allah semoga engkau ridho dengan apa yang akan hamba lakukan,,, setelah merasa tenang gegas Aisyah mengganti bajunya dan mengenakan hijabnya ia harus segera pergi dari sini sudah tidak ada lagi yang bisa ia pertahankan disini rumah pun sudah di jual, suami??? "apa yang bisa di harapkan dari dia?" satu satu nya jalan adalah pergi sejauh mungkin, Aisyah mengemasi pakainya secukupnya dan beberapa surat surat penting kemudian memasukannya kedalam tas ransel hitam miliknya, Aisyah menghela nafasnya melihat ponsel yang sudah hancur berantakan sudah tidak dapat di gunakan lagi, secepatnya ia keluar melalui jendela kamarnya yang menuju ke arah taman belakang, setelah berhasil keluar ia mengendap endap pergi menjauh dari rumah yang selama ini menjadi saksi kebahagiannya bersama kedua orang tuanya,, maafkan aku ayah ibu aku tidak bisa menjaga amanah kalian... Aisyah terus berjalan menjauh hingga ia tidak terasa sudah keluar dari desa yang ia tempati selama ini.. selamat tinggal desaku .. lirih Aisyah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD