Aisyah memperhatikan orang yang baru keluar dari kamar Ningsih, dia berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum mungkin dia haus setelah bertempur melihat penampilan nya yang tidak kalah berantakan dari Ningsih.
apa kabar hati Aisyah saat ini melihat semua itu?
terbakar? iya...
cemburu? pasti ...
marah? sudah jelas...
ingin mengamuk? oh tentu saja...
tapi yang Aisyah lakukan hanya diam menatap datar ke arah suaminya, ya dia adalah suami nya yang katanya menginap di rumah orang tuanya karena ibunya sakit, oh ya Tuhanku seberapa banyak lagi kebohongan yang dia sembunyikan dariku...
praaaaannnnggggg..... gelas yang ada di genggaman Andrie terlepas begitu saja dari tangannya, muka Andrie mendadak pucat pasi dengan tubuh bergetar, Aish... lirihnya... Andrie kemudian menunduk dia bingung mau menjelaskan apa pada istrinya, melihat penampilannya saat ini saja sudah sangat bisa di tebak apa yang terjadi, sebenarnya Andrie tidak berniat menginap di rumah Ningsih kalau saja bukan karena Ningsih yang mengancamnya.
Andrie juga tidak berniat untuk menyakiti hati istrinya Sampai sejauh ini, Andrie benar benar mencintai istrinya tulus, kalau di tanya apakah dia mencintai Ningsih jawabannya adalah tidak sama sekali tidak karena wanita yang Ia cintai hanya Aisyah seorang kalau Ningsih jelas saja itu hanya hubungan simbiosis mutualisme dia yang menawarkan diri untuk dinikmati bukan untuk di cintai, tapi lihatlah kini apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur semua berawal dari ketidak mampuannya mengendalikan hawa nafsu hingga dia terjebak sampai sejauh ini.
Andrie berjalan dengan kaki gemetar dia berusaha mendekat ke arah Aisyah kemudian berlutut di hadapan Aisyah yang saat ini tengah duduk di salah satu sofa
Aish sayang maafkan kakak, Andri berkata lirih, kakak tau kakak salah karena sudah bohong sama kamu tolong maafkan kakak, Andrie kian menunduk ia takut Aisyah tidak mau memaafkannya apa lagi sampai minta pisah, tidak dia tidak akan pernah mau berpisah dengan Aisyah, tidak akan ....
Aisyah masih diam mematung dengan ekspresi datangnya dan mulut terkunci rapat, Aisyah menoleh ke arah Ningsih tentu saja ia tersenyum penuh kemenangan justru ini lah yang ia harapkan, Ningsih ingin Aisyah tau tanpa dia bercerita soalnya rasanya lebih gereget gitu, Aisyah kemudian kembali menoleh ke arah suaminya, bangun lah kak untuk apa kakak berlutut kepadaku?
dengan suara rendahnya Aisyah berusaha berbicara setenang mungkin, Aisyah jelas saja sebisa mungkin menahan sesak di d**a, dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan dua orang pecundang ini, Aish kakak benar benar minta maaf ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan sayang Andrie mendongak berusaha mengiba, memang apa yang aku pikirkan kak? Aisyah balik bertanya, haaah... Andrie makin bingung mau bicara apa dia tau kalau Aisyah ngomong dengan setenang ini justru dia sedang sangat marah, Aish kakak di jebak sama Ningsih dialah yang selama ini menawarkan diri padahal kakak berulang kali menolaknya tapi dia terus terusan mendekati kakak dan menjebak kakak agar bisa tidur dengannya, kakak berani bersumpah kalau kakak tidak pernah mencintai Ningsih, kakak hanya mencintai kamu seorang Aish demi apapun kakak berani bersumpah, Andrie terus berusaha agar Aisyah mau memaafkannya.
hei apa maksud Lo bilang gue menjebak lo haahh Ningsih emosi, bukannya Lo juga mau saat gue buka baju jadi kenapa harus bilang gue yang jebak, Ningsih teriak sambil berkacak pinggang, diam Lo wanita jalang gara gara Lo Aisyah jadi marah sama gue teriak Andrie tak mau kalah, apa Lo lupa kalau saat Lo menyerahkan tubuh Lo sama gue Lo udah bukan perawan Lo aja sering di pake Sama yang lain kan bukan cuma gue doank Lo pikir gue ga tau, Andrie berkata sarkas. Ningsih yang akan membuka mulutnya mengatupkan nya kembali melihat Aisyah berdiri, kalian kalau masih mau saling membuka aib masing-masing silahkan lanjutkan saya masih banyak kerjaan yang lebih penting dari pada mendengar nyanyian kalian yang bikin saya tambah mual, Aisyah hendak berjalan keluar rumah yang kemudian tangannya di pegang oleh Andrie, Aish sayang kakak benar benar minta maaf, kita pulang bareng ya, Andrie ikut melangkahkan kakinya dengan masih hanya mengenakan celana boxer nya, jelas saja itu semua mengundang perhatian para tetangga apa lagi sebelum nya mereka mendengar teriakkan teriakkan dari arah rumah Ningsih, tentu saja mengundang para tetangga kepo apa lagi kalau bukan untuk bahan gibahan dengan tetangga lainnya, astaghfirullah kadang mereka memang sekurang kerjaan itu.
emang kakak mau pulang kemana? tanya Aisyah, ya pulang kerumah kita Aish, Andrie yang terus mengekor, rumah orang tuaku lebih tepatnya nya bukan rumah kita memang sejak kapan kamu ikut membangun rumah itu ketus Aisyah
lagi pula rumah beserta semua aset aset milik ayah sama ibu udah di jual sama jalang kamu itu, maksudnya??? Andrie menegaskan, iya sekarang semua aset aset milik ayah sama ibu sudah di jual sama jalang kamu atau mungkin kamu juga ikut berperan untuk menjual peninggalan orang tua ku ya, Aisyah melirik sinis, astaghfirullah mana mungkin aku Setega itu sama kamu sayang...
sayang sayang pala Lo peang, ga tega ga tega mata Lo Belo, Lo pikir Lo berkhianat sama gue itu bukan tega namanya, yang ada malah raja tega itu namanya dasar kadal burik, batin Aisyah...
Aisyah tiba di rumahnya langsung saja membereskan pakaian dan surat surat berharga yang masih ia miliki, mau pergi kemana entah lah Aisyah juga tidak tau yang jelas suatu saat ia akan membalas perlakuan kejam saudara ibunya nya itu, sayang kita kerumah orang tuaku dulu ya kita tinggal di sana untuk sementara, nanti aku pasti akan mengambil kembali apa yang sudah di rebut sama si Ningsih itu ya sayang Andrie berusaha membujuk agar Aisyah mau di bawa ke rumah orang tua nya, aku tidak akan Sudi ikut sama kamu kak mulai saat ini ceraikan aku, talak aku saat ini juga Aisyah berkata sungguh d**a nya sesak harus berkata seperti itu tapi ia harus melakukan nya kalau tidak maka hatinya tidak akan bisa sehat karena mengingat penghianatan suaminya, tidak Aish sayang kakak tidak akan pernah menceraikan kamu sampai kiamatpun kakak tidak Sudi harus berpisah denganmu, kamu boleh hukum kakak apa saja terserah kamu asal jangan minta pisah ya, Andrie memohon agar Aisyah tidak meninggalkan nya, sekarang aku tanya sama kakak bagaimana jika aku yang melakukan hal yang sama seperti yang kakak lakukan? bagaimana jika kakak yang melihatku bergumul dengan lelaki lain apa kakak akan memaafkan ku? Andrie mengetatkan rahangnya dia tidak Sudi kalau sampai Aisyah mengkhianati nya, akan kakak bunuh laki laki yang berani menyentuh kamu Aish, Andrie bicara dengan gigi bergemeletuk, Aisyah tersenyum sumir dasar kadal burik maunya menang sendiri.. apa kakak pikir aku tidak tau apa apa selama ini? kakak tau ga kalau pada saat malam pertama kita aku sama sekali tidak tidur apa lagi karena pengaruh obat tidur sama sekali tidak, karena aku tidak meminum jamu yang kalian kasih sedikitpun, Aisyah berkata dengan d**a berombak menahan sesak di d**a mengingat kembali kejadian malam itu dan seketika itu juga Aisyah muntah muntah, jijik rasanya setiap mengingat kejadian waktu itu.
mendengar penuturan Aisyah wajah Andrie semakin memucat jelas saja dia makin takut Aisyah tidak akan memaafkan nya, dia ingat dengan jelas apa yang dia lakukan di samping istrinya yang tertidur pulas, yang ternyata istrinya hanya berpura pura tidur artinya dia mendengar semuanya, ... ya Tuhan bodohnya aku sudah menyakiti hati istriku sampai sejauh itu...
Aisyah kakak mohon maafkan kakak ya kakak tau kakak salah kakak janji tidak akan pernah mengulanginya lagi, Andrie kembali bersimpuh di hadapan Aisyah yang tengah muntah muntah.
sudah lah kak tidak perlu memohon mohon seperti itu tolong ceraikan saja aku jawab Aisyah lemah, dia rasanya sudah tidak ada tenaga untuk debat kusir dengan suaminya, pagi pagi sudah di kejutkan dengan rumah yang sudah di jual lalu memergoki suaminya bersama wanita lain di tambah ia belum sarapan dan muntah muntah,habis sudah tenaga yang ia miliki saat ini.
sudah kakak bilang kakak tidak akan menceraikan kamu Aisyah, mata Andrie merah menyala menandakan ia sangat marah,kalau kamu masih memaksa untuk kita berpisah maka akan kubuat kamu hamil anak anakku agar Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah berfikir untuk meninggalkan kakak, kemudian Andrie meraih tangan Aisyah dan menyeretnya ke kamar,,, kakak jangan gilaaaa lepasinnnn Aisyah berteriak.... tidak akan Aisyah kamu hanya miliku... milikuu jelassss hahaahaaa Andrie tertawa puas...