bc

SUAMIKU GEN Z

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
family
HE
teacherxstudent
love after marriage
age gap
fated
friends to lovers
playboy
kickass heroine
neighbor
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
bold
city
highschool
office/work place
addiction
like
intro-logo
Blurb

Karina yang mendapatkan julukan "Jomblo Milenial abadi" yang nyaman dengan kesendiriannya, tiba-tiba harus menghadapi kehidupan rumah tangga yang penuh rahasia dengan sosok Reygan Dirgantara, pelajar nakal yang terbiasa hidup bebas yang merupakan anak didiknya di sekolah. Apakah Karina bisa menemukan cinta dan kebahagiaan di tengah-tengah kekacauan ini? Ataukah hatinya akan kembali patah untuk yang kedua kalinya karena hubungan runyam dan rahasia yang perlahan mulai terbongkar?

chap-preview
Free preview
1. Pernikahan Rahasia
Suara bel berbunyi sejak 3 menit yang lalu. Para siswa berbondong-bondong memasuki kelas diikuti sang guru yang datang. Semuanya nampak rapi bersiap untuk memulai pelajaran, hingga suasana di sebuah kelas nampak berbeda. Karina, guru honorer yang hendak membuka pelajaran bahasa inggrisnya di kelas 12 Sosial 5 itu terpaku sejenak saat melihat 3 bangku di barisan paling belakang nampak masih kosong. Seluruh siswa dalam kelas nampak mengerti apa yang tengah gurunya lihat, hingga kedatangan seseorang dari luar menyita perhatian seisi kelas. Karina menatap ke tiga siswa yang saat ini terlambat memasuki kelas. Dua siswa di belakang nampak menunduk segan melihat wajah tegang Karina yang siap melontarkan nasihat-nasihatnya. Namun sosok yang dengan berani menatapnya yang berada di barisan depan, nyatanya mampu membuat Karina diam tak berkutik, menahan semua ceramahan yang hendak ia berikan kepada ketiga anak didiknya itu. Suasana kelas nampak hening, para siswa menunggu keputusan Karina yang memberi sanksi kepada siswa yang terlambat itu. Karina terdiam sesaat, menatap seringai tipis yang kapan saja bisa menghancurkannya, "Kalian bertiga segera duduk, saya akan memulai pelajarannya sekarang." ujar Karina dengan suara tegasnya. "Baik bu." jawab dua siswa tadi bersamaan, mengikuti langkah sosok jangkung yang melenggang pergi tanpa mengucapkan kalimat apapun. Hal itu mengundang tanya beberapa siswa yang penasaran melihat Karina yang biasanya bersikap tegas dan galak, kini membiarkan mereka melenggang pergi tanpa satu pun sanksi yang mereka dapatkan. Di depan, Karina menghela nafas kasar, berusaha menahan amarah melihat sikap siswa yang seolah tak menghargainya. Setelah pagi yang dibuat rusuh karena keterlambatannya di rumah, ia harus di hadapkan lagi dengan ulah siswa yang seenaknya di sekolah. Hal itu benar-benar menguras energi Karina yang bahkan belum memulai harinya dalam aktivitasnya mengajar. Tanpa menunda waktu, Karina segera berjalan, berdiri di depan kelas dan mulai menerangkan materi pembelajaran. Di meja belakang, Reygan duduk diikuti kedua temannya. Ia duduk sendiri sementara kedua temannya duduk berdampingan tepat di depannya. Dengan pelan, Aldo yang penasaran menoleh ke arah Reygan dan membicarakan guru di depannya. "Diluar Nurul! Gak biasanya Bu Karin baik hati dan tidak sombong." ucapnya dengan kekehan ringan, merasa beruntung sebab pagi ini mereka tak mendapatkan teguran atau sanksi apapun karena datang terlambat. Sudut bibir Reygan terangkat singkat, maniknya menatap lurus jauh ke depan. "Udah gue jinakin semalam!" sahutnya santai tanpa beban, namun menghadirkan wajah penasaran dari kedua temannya yang mendengarkan. "Hah? Di jinakin gimana, Rey?" tanya Aldo yang kepoan kembali menghadap belakang. Ia mengabaikan Bu Karin yang tengah menjelaskan materi di depan. "Ada lah... Proyek rahasia..." celetuk Reygan dengan raut wajah misterius, membuat kedua temannya di depan mengernyit kebingungan. "Aldo, Reygan, dengarkan ibu di depan! Cepat buka buku kalian di halaman 258!" Titah Karina melihat siswa yang duduk di barisan paling belakang itu sibuk berbicara satu sama lain. "B-baik bu." sahut Aldo yang langsung membuka buku pelajarannya dan mendengarkan dengan seksama penjelasan sang guru di depan. Beberapa menit kemudian, para siswa disibukkan dengan tugas yang diberikan Karina kepada mereka. Beberapa ada yang bertanya disaat merasa ada soal yang tak bisa mereka jawab. Sementara jauh di belakang sana, Reygan yang duduk sendiri nampak begitu santai memainkan bolpoint nya disaat teman-temannya sibuk mengerjakan tugas. Ia terlihat tak ada niat sama sekali untuk mengerjakan soal tersebut. Dan itu bukanlah hal asing bagi semuanya. Teman-temannya tahu bahwa Reygan terlalu pemalas untuk mengerjakan tugas, dan para guru terlalu lelah untuk menasehatinya. "Ssttt... Rey, ada makanan tuh!" sahut Bimo melihat Reygan belum menyadari keberadaan sebuah kotak nasi di dalam kolong mejanya. Ia merupakan teman dekat Reygan yang selalu masuk kelas lebih awal dari temannya. Ia cukup disiplin saat memasuki kelas, meskipun kenakalannya tak kalah jauh dari Reygan dan kedua teman lainnya. Reygan menoleh, mengangkat sebelah alisnya menatap heran ke arah Bimo, temannya yang memiliki badan bongsor itu. "Bagi gue nanti, gue belum sarapan nih" tambahnya mengingat ia belum sarapan dan sudah menanti dari tadi isi kotak makanan yang selalu diberikan kepadanya seperti sebelum-sebelumnya. "Gak." jawab Reygan singkat. Bimo berdecak, "Ck, biasanya juga dikasih ke gue!" keluh Bimo kesal. Kali ini ia tak dapat jatah makanan gratis dari temannya itu. "Gue bakal makan ini nanti." sahut Reygan menatap kotak makanan itu dengan senyum singkat di bibirnya. Tatapannya kemudian beralih ke arah depan, dimana Bu Karin tengah menerangkan materi pelajaran. "Dari siapa kali ini, Rey?" tanya Arkan, teman Reygan yang duduk di samping Aldo. Ia begitu penasaran setelah mendengar percakapan Reygan dan Bimo sebelumnya. Karena seperti biasa, setiap hari Reygan selalu dikejutkan dengan barang asing yang selalu memenuhi kolong mejanya dari beberapa siswi yang menyukai Reygan, baik itu secara diam-diam maupun terang-terangan. Reygan si ketua pentolan di sekolah itu selalu menjadi daya pikat bagi para siswi di sekolah SMA Cemerlang. Meskipun terkenal nakal dan badung, namun Reygan dijadikan idola karena parasnya yang tampan dan maskulin. Rahangnya yang tegas dengan alis tebal di atas sorot matanya yang tajam, serta pipi tirusnya diantara hidung mancungnya merupakan perpaduan sempurna untuk menggambarkan tokoh badboy yang mempesona. "Kayaknya ada penggemar baru Rey. Kemarin kan si Khalista udah ditolak mentah-mentah sama dia!" Aldo menyahut, menatap sosok siswi di depan yang sejak dulu secara terang-terangan menyukai Reygan dan baru saja ditolak pria itu kemarin siang. Berkali-kali perempuan itu mendekati Reygan, memberinya sesuatu, dan bahkan menyatakan perasaannya secara terang-terangan, namun Reygan dengan tegas kemarin siang menolaknya mskipun Khalista sudah berbuat banyak untuk menarik perhatian Reygan. Padahal secara fisik, Khalista begitu cantik dengan postur tinggi bak model remaja, wajahnya khas perpaduan antara ras asia dan kaukasia membuatnya tak jarang mendapatkan rasa kagum dari beberapa siswa. Namun karena perhatiannya selalu tertuju kepada Reygan, ia mengabaikan semua siswa yang menyukainya. Para siswa kini mulai mengerjakan tugas yang diberikan Karina. Mereka ditugaskan membuat explanation teks yang menjadi materi yang dibahas pekan ini. Di depan, Karina yang merasa sedikit haus, kembali duduk dan membuka tumbler yang ia bawa lalu meminumnya. Di sela-sela minum, ponselnya yang berada di atas meja berdenting dan menyala menampilkan sebuah pesan yang langsung membuatnya tersedak seketika. "Bu, gak papa?" tanya Siska, salah satu siswi yang duduk di meja depan, bertanya dengan nada khawatir melihat Karina terbatuk-batuk saat sedang minum. Karina terus terbatuk hingga matanya berair dan memicu perhatian para siswa di kelas. Setelah beberapa saat menenangkan diri, Karina menjawab pertanyaan Siska kepadanya, "Ibu gak papa, kamu lanjut lagi nugasnya." ucapnya pelan. Siska pun kembali menulis mengalihkan perhatiannya dari sang guru. Karina menahan nafas, meraih ponselnya dan membuka pesan tadi untuk memastikan, hingga pesan itu terpampang nyata dan membuatnya semakin gugup dibuatnya. 'Makasih makanannya, istriku yang cantik.' Karina kembali membaca teks itu sekali lagi, guna memastikan kebenaran dari pesan tersebut. Keningnya mengernyit kebingungan, hingga beberapa saat kemudian ingatannya berputar dan mengingat tentang bekal makan yang sengaja ia bawa untuk Reygan. Diam-diam Karina mendengus, lalu tatapannya tertuju pada Reygan, muridnya itu tengah balas menatapnya dengan tatapan mengejeknya. Dengan kasar Karina menyimpan kembali ponselnya ke atas meja, mengabaikan pesan dari Reygan. Namun dentingan pesan yang kembali masuk membuat Karina mengambil ponselnya kembali dan membukanya. Matanya seketika melotot melihat foto kiriman Reygan barusan. Foto yang membuat dirinya marah sekaligus malu dan tertekan karena itu adalah aib baginya. Dan Reygan memanfaatkan foto itu untuk mengancamnya. Ketegangan diantara mereka semakin pekat, seolah-olah udara berhenti berputar. Reygan masih tersenyum sinis, sementara Karina merasa tertekan. Lalu, di tengah keheningan itu, Reygan mengetik satu pesan yang membuat Karina bergetar penuh kemarahan. "Ingat, istriku... rahasia pernikahan kita masih aman. Untuk sekarang."

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.4K
bc

Kali kedua

read
219.4K
bc

TERNODA

read
200.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook