bc

ARSENIO

book_age16+
11
FOLLOW
1K
READ
revenge
student
drama
humorous
bold
genius
icy
ambitious
highschool
first love
like
intro-logo
Blurb

Arsenio Abraham, cowok jangkung yang memiliki otak di atas rata-rata. Si pendiam dan misterius. Anti cewek, tapi digemari banyak cewek. Kenal dengan Gweni membuat perubahan besar dalam hidupnya.

Gweni Faiqah, cukup terkenal di sekolahnya karena memiliki wajah cantik dan ketua ekskul dance. Memiliki body yang mendukung membuat banyak cowok jatuh hati padanya. Tapi sayangnya, diusia yang masih belia Gweni harus memiliki trauma terhadap laki-laki karena masa lalu yang dimiliki.

Aksa Pradi Winata, ketampanannya sudah tidak diragukan lagi. Ketua FARIOUS - geng tersohor di SMA Haruna. Cowok yang mati-matian mengejar Gweni untuk kembali kepelukannya hingga menghalalkan segala cara.

----------------

"Satu sisi gue merasa lo adalah mimpi buruk. Tapi sisi lain lo juga adalah hal termanis dalam hidup gue." - Arsenio Abraham

"Dunia gue itu kayak labirin, gue pastiin lo gak bakal nemuin jalan keluarnya." - Aksa Winata

chap-preview
Free preview
1. Tanggung Jawab
"Gue trauma dengan spesies jantan yang menatap lapar spesies betina. Tapi saat kenal lo, gue takjub ternyata masih ada spesies langka yang cuek bebek sama betina kayak gue."       - Gweni Faiqah "Bagi gue lo itu mimpi buruk, tapi saat gue coba membuka mata bagaimana mungkin lo bisa semanis itu?"       - Arsenio Abraham Masa Orientasi Siswa Hari yang paling ditunggu-tunggu dari MOS sudah tiba, yaitu hari ketiga yang menjadi acara puncak. Di hari ini semua ekskul akan berlomba-lomba menunjukkan kreativitas mereka, berbondong-bondong mengajak siswa baru untuk gabung di ekstrak kulikuler sekolah. Gweni Faiqah. Sang Primadona yang kini sudah beranjak kelas sebelas. Satu bulan lalu ia dinobatkan menjadi ketua ekskul dance. Famous-nya semakin melunjak setelah terpilih menjadi ketua dance dan menjadi pacar dari Aksa Pradi Winata. Ya, cowok yang satu bulan lalu juga dinobatkan sebagai cowok tertampan se-SMA Haruna. Ketua dari geng Farious, geng yang paling terkenal dengan rusuhnya. Tapi isinya ganteng dan tajir semua woy. Tepat di stand nomor 3, Gweni dan anak-anak ekskulnya asik menunjukkan sebuah gerakkan dance, sedang di sudut stand 3, Shinta (sekretaris) masih fokus mencatat nama-nama calon anggota baru. "Sudah berapa orang?" Gweni datang menghampiri. "Empat belas, Gwen. Sudah bisa dua grup." "Widih, peningkatan drastis." Celetuk Raeni yang muncul tiba-tiba. "Ih, kok lo berhenti, ajakin lagi noh anak-anak yang lain." Pinta Gweni saat Raeni tiba. "Aduh, Gwen, gue ijin bentar ya, mau liat bebeb gue tuh main basket." Gweni ikut melihat ke arah yang ditunjuk Raeni. Lekas ia memalingkan wajah kala netranya bertemu dengan orang yang ia hindari beberapa hari terakhir. "Halah, bucin dipelihara, sana deh lo jauh-jauh." Usir Shinta mengibas-kibaskan tangan. "Dasar jomblo." Raeni langsung lari sambil menjulurkan lidahnya untuk Shinta. Tapi Shinta sempat melempar cewek itu dengan gumpalan kertas. "Mampus, lo! Makan tuh bucin." Gumpalan kertas itu berhasil mengenai ujung hidung Raeni hingga cewek itu meringis. Shinta tertawa puas melihatnya. "Gue ke ruangan bentar ya." Gweni menghentikan tawanya. "Mau gue temenin gak?" "Gak usah, lo jaga stand aja." "Okedeh, ti ati ya." Gweni beranjak menyisir pinggir lapangan basket outdor yang bersampingan dengan lapangan utama yang di jadikan perkumpulan stand-stand ekskul. Baju ketat dan celana setengah paha, seragam dance mereka, sukses membuat beberapa pasang mata spesies jantan yang ia lewati semakin melebar. Bahkan ada yang bersiul. Gweni mencoba untuk tidak peduli. Tapi ia juga berusaha tidak peduli dengan anak basket yang sangat ia kenal para anggotanya. Apalagi di sana ada Aksa. "GWENI AWAAAAASSS!!!" Teriakan itu menyentak Gweni yang langsung berpaling mencari asalnya. Tapi nasib berkata lain, bola basket yang melambung tinggi itu sukses mengenai hidung Gweni tepat saat ia berbalik mencari asal suara. Shinta yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Gwen yang tergelatak pinsan. Raeni, yang meneriaki namanya tadi, berhambur menyerang cowok yang sudah melempar bola basket itu. "LO BISA MAIN BASKET GAK SIH?" Bentaknya pada cowok yang entah tidak ia kenal. Gavin mencoba menenangkan Raeni dari belakang. "Gila lo ya, kalau Gwen sampai kenapa-napa lo harus tanggung jawab!" Raeni menepis tangannya dari Gavin, "Urus dia!" Titah Raeni pada pacarnya sebelum benar-benar meninggalkan mereka. _oOo_ Di UKS Shinta dan Raeni masih menemani Gweni yang pinsan. Hidungnya cukup banyak mengeluarkan darah, nasib baiknya tidak patah. "Woy! Woy! Woy!" Seorang cewek masuk ke UKS dengan napas ngos-ngosan seperti baru melakukan lari marathon. "Apa sih, Ca?" Raeni berpaling malas. "Tarik napas, tarik napas." Pinta Shinta saat Caca menghampirinya. "Huh, huh, itu... anu, cowok itu." Shinta menyodorkan minum pada Caca, cewek itu meneguknya hingga tersisa setengah. "Farious menghajar habis cowok yang tadi, di gerbang lama." "WHAAT?" Shinta teriak cukup nyaring. "Bagus dong, emang udah seharusnya begitu." Raeni masih tersulut. "Gwen udah bangun?" Raeni langsung membantu Gwen untuk duduk. "Jangan banyak gerak dulu, Gwen." Pinta Shinta. "Gak, gue mau ke gerbang lama." "Ngapain sih, Gwen? Lo liat kondisi lo sekarang?" Cegah Shinta. "Gue bantu lo, kita harus minta pertanggung jawaban sama tuh cowok." Ucap Raeni penuh semangat. "Buruan! sebelum tuh cowok habis sama Aksa." Caca langsung meraih tangan Gweni membantunya turun. Shinta hanya bisa mengikuti ke tiga temannya itu. Demi harga cilok di kantin  tambah mahal pun ia tetap gak mengerti jalan pikiran teman-temannya. _oOo_ Di gerbang lama. Hanya ada Farious dan cowok yang sudah melempar bola basket tadi. Farious yang beranggotakan Aksa, Gavin, Karel, Evan, dan Janu. Evan dan Janu sudah menghajar cowok itu, tapi siapa sangka bahwa dia bisa bela diri. Akhirnya Gavin dan Karel ikut turun tangan. Cowok itu kelimpungan, Farious tidak memberikan celah sedikit pun untuk cowok itu. Hingga akhirnya ia tersungkur di tanah. Baru lah Aksa berjalan menghampiri. "BANGUN b******k!!!" Sentaknya menarik kerah baju cowok itu, tapi ditepisnya. Aksa agak kaget, nyalinya besar juga. Lalu satu bogem melayang ke wajah cowok itu. Tapi cowok itu berhasil menahan. Aksa geram, ia langsung menghajar brutal yang juga di sambut oleh cowok itu sebagai pembelaan. "BERHENTIII!!" Teriak Gweni saat sampai di gerbang lama. Gadis itu langsung menutup hidungnya yang agak nyeri pasca teriak. Aksa dan cowok itu berhenti. Gweni dan teman-temannya pun menghampiri mereka. "Apa hak lo menghakimi dia kayak gitu?" Gweni bicara lantang di depan wajah Aksa. Yaaa walau pun posisi wajahnya hanya sebahu Aksa. "Lo gak papa, Gwen." Gweni menepis tangan yang terulur menyentuh hidungnya. "Gue minta lo pergi dari sini!" Menatap tajam. "Tapi Gwen, dia...." Gweni mengangkat tangannya, meminta Aksa berhenti bicara. "Gue tegasin sekali lagi, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Ini urusan gue, gak ada hubungannya sama lo, apa lagi Farious." "Kalian putus?" Sahut Evan. "Wah berita besar!!" Sahut Janu yang langsung di senggol Karel. "Tapi dia anggota tim basket Gwen, ini menyangkut nama tim basket juga." Gavin ikut menyahut. "Tadi dia udah kalian hajar kan? Berarti udah, sekarang gue minta kalian pergi." Aksa orang pertama yang beranjak dari sana, diiringi oleh Farious yang lain. Sepeninggal Farious, Caca dan Raeni menghampir cowok itu. Namun, cowok itu mundur satu langkah. "Gue gak mau tau ya, pokonya sesuai permintaan gue di lapangan tadi, lo harus tanggung jawab." Raeni angkat bicara. "Pokoknya lo yang harus anterin Gwen pulang. Lo harus jelasin ke mamanya Gwen." Caca ikut nimbrung. "Kenapa harus gue?" Akhirnya cowok itu pun bicara dengan ekspresi datar. "Ya elo lah, itu sebagai bentuk pertanggung jawaban lo karena sudah bikin teman kita jadi gitu." Raeni menunjung perban yang ada di hidung Gweni. "Iya." Sahut cowok itu singkat. "Iya apaan?" Timpal Caca. "Iya nanti gue antar." "Bagus!" Tangan Raeni terangkat ingin menepuk pundak cowok itu, tapi dia langsung menghindar. Tanpa pikir panjang akhirnya mereka cabut dari sana meninggalkan cowok itu sendiri. Setelah cukup jauh, mereka langsung saling tos. "Gue harap rencana kita berhasil." Ucap Raeni yang juga diangguki teman-temannya. ---------------------- BERSAMBUNG...

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
197.2K
bc

Video Pernikahan Papa

read
12.6K
bc

Kali kedua

read
223.5K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
51.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.7K
bc

TERNODA

read
205.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook