27

1607 Words

Kadang Mika terlelap, namun kadang pula ia terjaga. Sebab tidurnya dipenuhi dengan mimpi-mimpi mengerikan. Ia bersyukur karena ketika ia membuka mata, ia berbaring di ranjang susun dalam kamar khusus ART. Kipas angin menyala ribut. kepala kipas menoleh ke kiri dan ke kanan, mencoba menyingkirkan hawa panas ruangan yang tidak berjendela itu. Hanya ada ventilasi kecil di atas, tidak cukup besar untuk membuat ruangan kecil itu menjadi nyaman. Ia mendengar suara gumaman Ina yang tidur di atasnya, ia pun bertambah lega dengan pilihannya untuk tidur di tempat ini. Kipas angin, kamar yang kecil, serta ranjang susun yang tidak sebesar ranjang berkanopi di kamarnya tidak membuatnya keberatan sama sekali. Akhirnya, karena lelah terus bermimpi buruk, ia memutuskan untuk bangkit duduk dan memikirka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD