Seharusnya Mika tidak perlu terburu-buru kembali ke Rumah Keluarga Angkasa. Nias sudah mencoba menahannya, memintanya menginap untuk satu malam lagi kalau-kalau Mika masih belum siap. Tapi setelah beristirahat cukup lama di rumah Nias, menceritakan segala kegundahan hidupnya bahkan persoalan Nata, serta meminta saran dari Kapten Sandy... semua itu benar-benar telah cukup membuat Mika siap. Sekarang ia sedang duduk di kursi teras rumah Nias, bersiap-siap untuk berangkat. Dia mengecek sebentar grup pesan keluarga Angkasa. Tidak ada aktifitas mengobrol sama sekali di sana. Mau tidak mau ia memiliki pikiran negatif. Apakah mereka semua merasa senang melihatnya pergi hari Jumat itu? Tapi dia pergi pagi-pagi sekali hari itu. Ia yakin tidak melihat siapa pun kecuali Nata. Mika juga mengecek st

