Bab 75

1731 Words

Dress hitam yang tidak begitu panjang, bagian depan d**a yang sedikit rendah dan memiliki belahan di bagian depannya. Arwin terpana hingga tidak bisa mengatakan apa-apa. Ingin mengatakan cantik, namun lidahnya terlalu kelu untuk mengatakan itu.   “Tidak apa-apakan aku menggunakan ini?” Ada senyum canggung yang terukir di bibir Melodi.   “Tentu saja tidak apa-apa.” Melodi yang sudah secantik ini tentu saja tidak bisa Arwin tolak. Dress yang dikenakan Melodi masih terbilang aman, jika dia berani keluar dengan dress yang lebih seksi lagi. Arwin tidak bisa membayangkan lekuk tubuh Melodi harus dinikmati orang-orang.   “Ah, aku kira aku akan salah kostum.” Melodi tersenyum lega. “Ayo berangkat, aku tidak mau kita sampai terjebak macet.”   Arwin membukakan pintu mobil dan berucap, “Semog

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD