Kejadian tadi malam dan beberapa kejadian yang sudah terjadi itu sukses membuat Melodi tidur dengan tidak nyenyaknya. Saking tidak nyenyaknya, dia bahkan sampai bangun sepagi ini. Kepalanya terlalu penuh dengan semua prasangka dan hal itu benar-benar menakutinya. Tidak mungkin dan tidak mungkin, kalimat itu selalu Melodi ulangi dan ulangi. Berharap dengan cara itu dia bisa melupakan hal itu, namun tidak ada efek yang dia dapatkan. Kepalanya malah terus-terusan ingin berpikir ke arah sana. Ke arah di mana terdapat fakta bahwa dia… Tubuh Melodi mendadak kaku dan dengan cepat dia melepaskan pegangannya pada tiang pole dance. Kaca yang memisahkan ruang pole dance dengan gym membuat Melodi bisa melihat Arwin yang malah terpaku di ambang pintu gym. Arwin yang di sana tampak bersina

