Arwin memperhatikan penampilan Melodi dari atas sampai bawah. Sweater sedikit over size, celana panjang dan tak lupa tas punggung, Melodi terlihat seperti anak sekolahan di mata Arwin sekarang. Menyadari Arwin yang memperhatikannya, Melodi pun berucap, “Bagaimana? Sweater buatanku baguskan?” Melodi menyombongkan sweater buatannya yang baru kali ini Arwin lihat. “Bagus, kamu berbakat juga ya.” “Akukan memang berbakat,” katanya bangga. “Lalu kenapa hadiahku hanya sebuah gantungan kecil?” “Kalau kamu enggak mau, sini kembalikan.” Melodi menodongkan tangannya meminta boneka rajutan buatannya dikembalikan. “Barang yang sudah diberi tidak boleh dikembalikan.” Tas punggung Melodi, Arwin ambil alih. “Ayo masuk.” Melodi mengekori Arwin, dia sedikit penasaran dengan maks

