“Ternyata kamu semakin lama semakin jago masak juga ya.” Putri takjub dengan bagaimana cara Melodi menggunakan pisau. Terlihat lebih luwes dan lebih cepat, tidak seperti dulu, mau memotong sesuatu saja Melodi membutuhkan waktu yang cukup banyak. “Ini karena latihan terus.” “Ini karena keinginan kamukan? Bukan karena dipaksa?” “Enggak ada yang bisa paksa aku selain Mbak Putri.” Putri sontak tertawa keras mendengar jawaban Melodi. “Kamu ingat juga ya.” “Inget banget Mbak.” Waktu itu adalah waktu yang berat bagi Melodi. Harus melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya. Terlebih dia harus sangat mendekatkan dirinya ke Gibran. “Mbak waktu itu enggak bisa nolak, jangan marah ya.” “Udah enggak kok Mbak, udah masa lalu ini juga.” Melodi meletakkan pisau yang sudah

