Ini malam kedua Arwin harus bermalam di rumah Melodi karena besok pagi-pagi dia harus mengantar kepergian semua keluarga Melodi ke bandara karena mereka semua harus pulang karena ayah Melodi tidak bisa berlama-lama di Jakarta. Perasaan canggung itu tidak bisa Arwin pungkiri karena ini baru pertama kalinya dia tinggal dalam sebuah keluarga yang lengkap setelah kepergian ibunya. Bagi Arwin mereka memang keluarganya walau Arwin tahu bahwa dia tidak sepenuhnya diterima di keluarga Melodi, tapi Arwin ingin mencoba melakukan yang terbaik agar dia benar-benar diterima di sini. “Nenek sedang apa?” Arwin duduk kursi kosong yang ada di samping nenek Melodi, Soo Yun. Arwin berani mengajak mengobrol seperti ini karena nenek Melodi sangat lancar menggunakan bahasa Indonesia. “Tidakkah kamu

