Embun masih menempel di dedaunan halaman belakang pesantren Al Rifki, yang kini mulai ramai oleh para santri. Ustadz Rafa duduk di beranda rumahnya dengan segelas teh hangat di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam tasbih kecil berwarna hijau zamrud, pemberian Nayla, bertahun-tahun silam. Namun kali ini, suasana hatinya berbeda. Di balik senyum teduh itu, ada rasa syukur yang dalam. Sebab, setelah berbulan-bulan berada di ambang harapan, Nayla akhirnya benar-benar sembuh. Tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga kembali menjadi sosok yang penuh cahaya seperti dulu - hangat, lembut, dan penuh kasih. Dari dalam rumah terdengar suara tawa kecil. Suara itu berasal dari Nayla yang sedang menggandeng Rifki, sambil membantu si bungsu, Raisha, mengenakan seragam taman kanak-kanak

