Sakit yang Byron rasakan sekarang seperti seseorang menghujamkan pisau ke jantungnya yang sudah terluka lalu mengoyaknya dan bahkan itu tidak juga membuatnya mati. Ia masih hidup untuk merasakan kesakitan itu. Berharap ingin mati saja, tetapi Tuhan tampak segan mencabut nyawanya. Pagi ini, ia terbangun dengan dering ponsel yang terus-menerus hanya untuk mendengar kabar buruk itu dari Aaron. Pria itu mengabarkan sebuah kecelakaan pesawat di Brazil. American Airlines. Maskapai di mana Zac bekerja. Hanya saja, data penumpang dan awak pesawat belum dirilis oleh pihak terkait. Ia menghubungi Zac segera setelah Aaron mematikan panggilannya dan begitu berharap jika Zac segera menjawab teleponnya lalu mengatakan bahwa pria itu baik-baik saja. Aman, sehat, dan sedang tidur di rumah. Akan tetapi,

