Kedukaan itu terasa begitu menyesakkan. Rasanya baru kemarin Zoe melihat tubuh Frank terbujur kaku di dalam peti jenazah, dan kini ia harus melihat Ana berbaring di tempat yang sama. Dingin, kaku, dan tak bernyawa. Berkali-kali Zoe mencubit dirinya sendiri, hingga kulitnya memerah, berharap ia akan bangun dari mimpi buruk ini. Namun, ia tidak juga terbangun karena Zoe tahu ini adalah kenyataan yang harus ia hadapi. Ini bukan mimpi. Ana benar-benar telah pergi meninggalkan dirinya, Byron, dan juga Zayn. Seandainya Zoe lebih cepat sadar tentang arti dari tangisan Zayn malam tadi, ia tentu akan menghabiskan malam terakhirnya bersama Ana di kamar wanita itu. Ia akan memeluk Ana sepanjang malam dan membisikkan semua kata cinta yang ia rasakan pada Ana. Ia akan bisa melepas kepergian Ana denga

