“Kau benar-benar harus pergi?” Byron mendengar Zoe bertanya dengan lirih kepada Zac yang baru saja masuk ke rumah mereka dan meletakkan koper besarnya di samping pintu masuk. Ini adalah hari keempat setelah kepergian Ana dan mereka semua masih berada di tahap kedukaan yang amat dalam. Entah bagaimana, rumah ini masih terasa ‘sangat Ana’. Ibunya ada di mana-mana di setiap sudut rumah. Di dapur, di ruang keluarga, di halaman. Hampir setiap tempat mengingatkan Byron pada ibunya. Aroma Ana bahkan masih terasa di manapun. Zayn masih sering menangis setiap malam setelah jenazah Ana dikebumikan. Anak itu baru akan terdiam ketika ia dan Zoe mengajaknya tidur di kamar Ana. Namun, setelah Zayn terlelap, Zoe akan menangis mengingat Ana. Dan itu memukul Byron dua kali lebih keras. Kehilangan ayah

