“Zayn sudah tidur?” Zoe mengangguk mendengar pertanyaan tersebut. Dua hari ini, anak itu sedang rewel. Badannya hangat dan Zayn tidak pernah mau turun dari gendongan Zoe jika sedang bangun. Ia sangat lelah, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mencegah rasa lelah itu datang. Mungkin, keadaan akan berbeda seandainya Ana masih ada. Wanita itu akan membantunya mengurus Zayn dan ia bisa sedikit lebih santai. Sudah hampir tiga bulan Ana pergi dan sudut kosong itu, bukannya semakin mengecil, tetapi justru semakin membesar setiap harinya. Benar bahwa ternyata kepergian seseorang akan selalu meninggalkan lubang di hati orang yang ditinggalkan. Oke, ini bukan tentang dia tidak rela Ana pergi. Ia sudah merelakannya karena tahu itu adalah apa yang paling Ana inginkan. Bersatu lagi dengan F

