46

838 Words

Perjalanan ke Manhattan berjalan mulus tanpa ada insiden apapun. Saat tengah malam, mereka menyusup keluar dari pintu dapur dan mengendap-ngendap pergi ke rumah yang Byron  sewa. Kondisi lingkungan yang tidak berpagar besi membuat pelarian mereka terasa mudah. Saat sampai di rumah yang Byron sewa,  sebuah mobil hitam mengkilat sudah terparkir di sana. Ketika mereka pergi dari daerah tempat tinggalnya itu, barulah Zoe sadar bahwa orang yang menjemput mereka adalah sopir Aaron. Pria yang sama yang dulu mengantarnya pulang.           “Aaron tidak marah padamu?” Tanyanya saat mereka sudah cukup jauh dari East Hampton.           Byron tertawa. “Dia murka, tetapi setelah aku menceritakan garis besar ceritanya, dia bersedia membantu kita.”           “Aku sudah merepotkan semua orang.”      

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD