“Zayyynnnn!!!” Mary memekik dengan riang saat melihat Zayn meronta turun dari gendongan Zoe dan berlari memasuki studio tari. Julie, guru tarinya yang baru, ikut memekik riang melihat Zayn. Dua gadis itu berebutan menggendong Zayn yang masih berlarian. “Astagaa, kau semakin tampan saja, Baby!” Julie yang berhasil meraih Zayn lebih dulu daripada Mary, menciumi pipi montok Zayn dengan gemas. “Ty, ty, ty,” Zayn meletakkan dua tangannya di pipi Julie, “Li.” Julie tersenyum lebar. “Ya, aku aunty Lie-mu, Baby.” “Aku juga mau menggendongnya!” Mary berteriak tak mau kalah. Zayn tersenyum lebar. “Ty,ty,ty,” ia mengulurkan tangannya pada Mary, “Mawy.” “Jadi kalian lebih merindukan Zayn daripada aku sekarang?” Julie dan Mary menoleh lalu menyeringai pada Zoe yang berdiri di ambang pintu studio

