Zoe duduk dengan gelisah di hadapan Byron yang masih terus mengamati raut wajah cemas istrinya. Wanita itu menggigiti kukunya sementara mereka menunggu tiga alat tes kehamilan yang terletak di lantai itu menunjukkan perubahannya. “Apa kau sudah terlambat haid?” Tanya Byron pelan sementara ia mengingat-ingat sendiri kapan biasanya tamu bulanan Zoe datang. Seingatnya, bulan ini Zoe memang belum kedatangan tamu bulanannya. Namun, ia berpikir itu hanya karena Zoe terlalu lelah bekerja dan hormonnya menjadi kacau. Kadang siklus bulanan Zoe menjadi kacau jika wanita itu terlalu stress. Kepala Zoe terangkat dan wanita itu menatapnya dengan air mata yang menggenang di sekitar matanya. “Sudah dua bulan aku tidak mendapat tamu bulananku,” jawabnya dengan lirih. “Kupikir itu karena aku terlalu str

