68

830 Words

“Mom, ini ...” Byron menggaruk kepalanya, mencoba mencari alasan tepat yang bisa katakan pada ibunya. Sejujurnya, ia tidak peduli di mana ia menikah, yang terpenting baginya sekarang adalah ia dan Zoe sudah resmi menjadi suami istri. Akan tetapi, Byron tahu jika menikah di gereja yang sama dengan yang digunakan orangtuanya saat menikah dulu adalah hal yang berarti untuk Ana. Itu adalah impian Ana sejak dirinya masih menjalin hubungan dengan Lena. Sejauh apapun Byron pergi, Ana selalu berpesan untuk tidak menikah di gereja selain gereja itu. Dan memang, dulu, dulu sekali, Byron pernah berjanji untuk menikah di sana.           “Aku tidak peduli kalian sudah suami istri menurut hukum, tetapi bagiku kalian belum sah menikah selama belum menikah di gereja. Di Sault.” Ana menatapnya tegas t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD