Setelah mengaduk-aduk lemarinya, akhirnya Zoe menemukan satu gaun lama yang sudah sangat jarang ia pakai. Gaun itu dibelinya saat peresmian studio tarinya dulu. Satu-satunya gaun mahal dan resmi yang dimilikinya. Zoe tidak tahu ke mana Byron akan membawanya, tetapi mudah-mudahan gaun itu cocok. “Oh, astaga!” Byron berseru saat melihatnya memasuki ruang tamu. Pria itu sendiri sudah memakai jas rapi dan kini tengah menatapnya tanpa berkedip. “Apa ini terlalu berlebihan untuk sebuah makan malam?” Zoe menunduk mengamati gaun polosnya yang berwarna hitam bergaya off shoulder yang memanjang sampai ke mata kaki, tetapi memiliki belahan panjang di salah satu pahanya. Byron menggeleng dan menghampirinya. “Tidak. Kau luar biasa, Honey. Aku hanya ...” Byron mengangkat

