Malam itu mereka habiskan dengan berdansa dan makan malam sebagai sepasang tunangan. Zoe mengamati cincin yang melingkar di jarinya dan tersenyum. Seandainya Mom dan Dad ada di sini, mereka pasti akan bahagia melihatnya dilamar oleh seorang pria seperti Byron. Oh, ia sangat merindukan mereka. “Apa yang kau pikirkan?” tanya Byron sambil meremas lembut tangannya. Membawa Zoe kembali ke alam sadarnya. Zoe tersenyum dan menyesap anggurnya. “Aku merindukan Mom dan Dad,” jawabnya lirih. “Kau ingin mengunjungi mereka?” “Bolehkah?” Byron tersenyum dan meraih serbet untuk mengusap bibir Zoe. “Tentu saja. Aku juga ingin bertemu mereka dan meminta ijin untuk menikahimu.” Air mata Zoe menggenang. Sudah sangat lama ia tidak mengunjungi ma

