80

1122 Words

“Kenapa kau tidak kemari? Apa kau tahu sudah berapa lama kau tidak datang, Zac?” Zoe mendengar Zac menghela napas di ujung sana. Entah di negara mana sekarang kakaknya itu berada. “Kau tahu aku sibuk. Jadwal terbangku sangat padat sekarang.” Mungkin memang itu kenyataannya, tetapi Zoe tahu jika itu hanyalah pengalihan Zac dari kesepiannya. Pria itu menerima banyak sekali jadwal terbang dari maskapai hanya agar dia sibuk. Bahkan, kakaknya itu dengan sukarela menggantikan jadwal teman-temannya yang ada keperluan cuti. “Jangan terlalu keras bekerja, Zac. Kau butuh berlibur sesekali.” “Dan membiarkan aku tidak melakukan apa-apa? Kau ingin aku menjadi gila?” Rasanya, Zoe ingin sekali menampar mulut Zac. Sampai berapa lama Zac akan bersikap menyedihkan seperti itu? Zac harus mulai menjalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD