79

1312 Words

“Tidak, tidak, tidak, jangan di situ. Sudutnya kurang bagus. Si bayi akan kesulitan melihat pemandangan luar yang indah.”           Byron cemberut dan memindahkan kembali boks bayi berwarna biru yang sudah empat kali  ia geser itu.           “Dia masih bayi. Seorang bayi tidak akan peduli bahkan jika di depannya mayat Marilyn Monroe bangkit kembali.”           Zoe melotot dan melempar pensil yang dipegangnya pada Byron. “Sudut pandang itu penting untuk menentukan masa depannya. Jika sejak bayi dia sudah melihat yang indah-indah, dia akan menjadi luar biasa saat dewasa nanti.”           Byron menghela napas dan memutar bola matanya. Begitulah risiko memiliki istri seorang penulis, memasang tempat tidur bayi saja memakai sudut pandang. Apakah untuk melahirkan nanti, Zoe juga akan memikir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD