“Kau tidak merasa kalau aku aneh kan?” Tanya Zoe dengan perasaan malu. “Karena kau memiliki fantasi seksual yang agak liar?” Byron balas bertanya mendengar pertanyaan Zoe. Zoe mengangguk. “Aku hanya tidak ingin kau berpikiran jika aku...” “Sshh.. Kau istriku, dan kita bebas melakukan apa saja demi kepuasan kita berdua.” Rasanya ternyata menyenangkan ketika Byron melihat Zoe memanjakan dirinya sendiri sementara ia juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua begitu terbuka, begitu rentan, dan begitu dekat satu sama lain. “Bahkan jika kau ingin bercinta dengan sangat liar pun, aku akan sangat senang,” sambung Byron lagi sambil mencium bibir Zoe. Zoe terkekeh. “Tetapi itu tampaknya harus menunggu sampai anak kita lahir.” Ah… benar juga. Kehamilan istrinya, membuat mereka harus berhati

