Rasanya seperti mimpi ketika Zoe terbangun dengan punggungnya yang lembab karena jilatan lidah Dewa Seks yang tengah menganggu di belakangnya. Lidah itu naik turun menjelajahi punggung hingga ke lehernya yang telanjang. Ketika Byron menekankan ereksi pagi harinya di p****t Zoe, matanya terbuka seketika dan ia terkekeh. Mereka sudah beberapa bulan menikah, tetapi rasanya semakin lama terasa semakin luar biasa. Terutama di pagi hari seperti ini. Zoe selalu terbangun oleh ereksi Byron yang sengaja didekatkan pria itu ke area tubuhnya. Zoe menoleh dan menatap Byron dari balik bahunya. “Selamat pagi, Anak nakal.” Byron menyeringai dan mencuri sebuah ciuman dari bibirnya. “Maaf aku membangunkanmu,” ucapnya tanpa rasa penyesalan sedikit pun. “Aku tidak bisa tidak b*******h jika Dewi Kecantikan

