Setelah menyemangati sang putri, ayah Viona memukul pundak Axel pelan. "Kamu harus jadi ekstra sabar kali ini. Semakin hari dan semakin ke sini, kamu pasti semakin tau seperti apa karakter Viona sebenarnya," bisik ayah Viona. Axel mengangguk saja, walaupun dirinya sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud sabar oleh sang mertua. Saat sibuk memikirkan artinya, Axel teringat dengan niatnya sebelumnya. "Oh iya Yah, Axel berniat mengajak Viona dan Xena pulang ke rumah Axel sore ini," ucap Axel, memberitahu keinginannya. Ayah Viona langsung menatap anak dan menantunya secara bergantian. Ada kesedihan yang tersirat dari sorot mata teduhnya. Satu minggu bersama Viona dan Xena, membuat pria paruh baya itu sudah merasa bahagia karena tidak harus merasa kesepian lagi. "Apa kalian berdua sudah be

