Puas menggendong dan mencium cucunya, Pak Pradipta memutuskan pulang karena sang istri sudah menunggu di rumah. Mengetahui sang papa ingin pulang, Axel langsung menghela nafas lega. Untung Papa tidak keceplosan lagi. Kalau sampai keceplosan, bisa bahaya nanti. Viona harus tau kenyataan ini dari mulutku sendiri, bukan dari mulut orang lain. Jika sampai Viona tau ini dari orang lain, pasti ceritanya beda lagi. Ceritanya tidak akan mungkin sama seperti yang aslinya, pasti akan banyak yang ditambahkan dan dikurangi, batin Axel. "Viona, ada yang mau aku katakan," ucap Axel, setelah sang papa pulang. "Tentang apa? Tentang wanita di mall tadi? Simpan saja kata-kata kamu, aku lelah!" sahut Viona "Tapi... Yasudah, istirahat saja!" ucap Axel, lagi-lagi tidak punya kesempatan untuk mengatakann

