Suasana dapur terlihat mencekam saat sepasang mata menatap tajam pada pria yang tengah memasak. Ucapan kemarahan dan sumpah serapah yang keluar dari bibir gadis itu seolah tidak berarti apa-apa. Hanya masuk dari telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Bahkan urat lehernya yang ikut keluar tidak berefek apapun untuk pria yang masih fokus memasak itu. Agam, dia masih membiarkan adiknya meluapkan emosi karena keputusan sepihaknya. "Nggak mau tau! Uang bulanan gue harus tetep utuh!" ucap Febi lagi. Agam masih diam, tidak berniat membalas ucapan Febi. Dia sudah menjelaskan maksud alasannya melakukan hal itu dan Agam tidak akan mengulanginya dua kali. "Kak Agam denger nggak, sih?" Febi dengan kesal menarik kaos Agam. Niat Febi yang ingin berendam air hangat sepulang kerja harus gagal ka

