Tragedi Roti Sobek

1206 Words

Malam ini Cia tak bisa berhenti untuk tersenyum. Bahkan saat selimut sudah menutupi tubuhnya dan lampu kamar yang padam, bibirnya terus melengkung ke atas karena bahagia. Dengan gemas dia meraih guling dan meremasnya kuat. Cia juga menahan suaranya saat ini. "Dia masih inget!" gumam Cia lagi kembali merebahkan diri. Dia menatap langit kamar dengan pandangan menerawang. Mencoba mengingat kembai ingatan manis akan makan malam yang menurutnya sangat istimewa. Cia rela menukar kebahagiaannya yang lain agar bisa mendapat kesempatan yang sama, yaitu merasakan masakan Agam yang membuatnya semakim jatuh hati. "Kayaknya usaha move-on gue gagal." *** Febi menatap panti asuhan di depannya dengan lesu. Berbeda dengan raut wajahnya yang tidak suka, Cia di sampingnya malah tersenyum senang. Jujur,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD