"Sudah selesai, Bang?" tanyaku berbasa basi saat ia keluar dari kamar mandi. Seperti biasa, pagi ini ia tengah bersiap hendak berangkat mengajar. Satu bulan telah berlalu, aku merasa mulai menikmati menjadi istri seorang Zain. Aku merasa sudah sangat nyaman bersamanya, bahagia dengan segenap perhatian dan kelembutannya. Sembari duduk di tepi tempat tidur menunggunya dari kamar mandi tadi, aku tersenyum sipu, merasa malu sendiri setelah menyadari bahwa mungkin saja cinta itu telah datang. Aku selalu ingin berada dekat dengannya, seolah tidak ingin berpisah walau hanya sebentar di kamar mandi. Aku selalu ingin melakukan yang terbaik untuknya, menjadi istri yang baik dengan melayani segala kebutuhannya. Hatiku pun selalu berdebar setiap berada lebih dekat dengannya, atau bahkan hanya

