“Ngapain kamu di sini Hilda?” suara sinis Bara membuat bulu kuduk Nina merinding, takut pria itu melilitkan dasinya semakin kencang. Nina seketika memberontak, menggoyangkan kepala ke kanan dan ke kiri sambil memegangi kedua tangan Bara agar tak semakin ketat mengunci lehernya, menggigit apapun yang mengenai bibirnya. Nyut… Nina berhasil menggigit telinga Bara. Pria itu pun seketika melepaskan dasi di tangannya sambil meringis menahan sakit. “Kenapa gigit hah? Kamu kucing?” keluh Bara seraya memegangi telinganya. Dan Nina hanya tersenyum miring. “Lebih baik gigit kayak kucing, daripada mencekik kayak pembunuh.” sindir Nina dengan suara rendah. Tangannya mengusap-usap leher, berusaha menghapus jejak dasi dan trauma. Srak… Tiba-tiba Bara menangkap tangan Nina, “apa yang kamu lak

