Part 17

944 Words

Untuk ketiga kalinya bibir Chris membentuk senyum setiap kali ingatannya melayang pada saat dimana Ananta berada di dalam pelukannya. Harum mawar pada tubuh Ananta masuk ke dalam paru-parunya. Belum lagi pandangan mata mereka yang intens berhasil membuat detak jantungnya berdebar. Ah...mengapa dia bersikap seperti abege yang sedang jatuh cinta? Pintu ruangan yang mendesak terbuka lebar berhasil menyentaknya keluar dari pikirannya sendiri. Detik berikutnya kedua matanya membesar ketika melihat sosok yang datang. Sosok itu langsung mendaratkan bokongnya di salah satu tempat duduk yang kosong di hadapan Chris. "Kantormu tidak pernah berubah," ucapnya membuka suara. "Kapan kamu datang?" tanya Chris langsung untuk memenuhi rasa penasarannya. "Semalam," jawabnya singkat. "Kamu yang hampir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD