"A-apakah kamu Joana?" tanya Peter terbata. Jantungnya berdebar seakan hendak keluar dari dalam dadanya. "Iya. Om siapa?" Dengan mata bulatnya Joana memandang Peter penuh keheranan. Di dekatnya Chris memandang ikatan darah itu dengan tegang. Hati kecilnya takut jika Peter membuka kebenarannya. "Aku...." Mendengar pertanyaan itu nalurinya sebagai seorang ayah seakan muncul ke atas permukaan. Bahkan bibirnya ingin sekali meneriakan status sebenarnya. Namun Peter tahu jika hal itu tidak mungkin bisa dia lakukan. Penyebabnya adalah kesalahannya sendiri. s**l! makinya dalam hati. Kemana nalurinya sebagai seorang ayah selama ini!? Mengapa juga ia begitu bodoh sampai tidak memikirkan kemungkinan hubungan yang dilakukannya malam itu akan membuahkan hasil? "Dia Om Joana. Adiknya ayah," sambar

