Part 12

684 Words

Sepuluh tahun yang lalu... Kesekian kalinya Ananta melirik jam tangannya padahal baru dua menit yang lalu dia melakukan hal yang sama. Kekhawatiran mulai menghinggapi hatinya. Ke mana Peter? Mengapa dia belum datang juga? Apakah dia baik-baik saja? Atau bagaimana jika dia tidak baik-baik saja? Bermacam spekulasi mulai memenuhi pikirannya. Sebaiknya ia menelepon nomor ponsel laki-laki itu. Segera diraihnya ponsel dan langsung mencari nama Peter di dalam kontaknya. Namun, hasilnya nihil. Ponselnya tidak aktif berapa kalipun ia mencoba menghubunginya. Udara dingin malam mulai mengusik. Dalam kebingungan Ananta mengetatkan sweaternya dan memutar tubuhnya. Menyerah dan kembali ke kamar hotel adalah jalan terbaik yang dia punya saat ini. Ketika ia hendak menuruni tangga, tiba-tiba saja selemba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD