Pertemuan Kembali

1410 Words
DELAPAN TAHUN KEMUDIAN "Rapat dewan ini hanya membuang waktu." Ceicillia membatin sambil menggela napas panjang. Merasa percuma jauh-jauh datang ke Amerika dan meninggalkan segala urusannya di Indonesia yang luar biasa banyak. "Mengapa semua ide yang mereka kemukakan sudah ketinggalan jaman dan tidak relevan untuk permasalahan perusahaan?" Ceicillia mengamati saat suasana ruang rapat yang semakin memanas seiring dengan banyaknya cetusan gagasan dan perang argumen. Gadis berambut panjang itu menandai beberapa point hasil catatan analisisnya di note book kecil dengan malas. Sebuah ide cemerlang sebagai solusi yang bisa mengatasi permasalahan perusahaan. "Tapi sialnya tidak ada yang mau mendengarkan gagasanku." Sekali lagi Ceicil menghela napas. Ceicillia kembali mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan rapat, semua yang hadir adalah laki-laki kecuali dirinya. Ceicil tahu benar akan deskriminasi gender yang sangat umum terjadi di dunia bisnis. Terlebih lagi kehadiran dirinya di rapat kali ini hanya dikarenakan mendiang ayah dan sejumlah saham yang beliau wariskan kepadanya. Ayah yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu langsung dengannya. "Masalahnya adalah jumlah sahamku terlalu sedikit, sehingga tak ada yang mau mendengarkan suaraku saat ini ..." Enam bulan yang lalu Jonathan Tang, ayah Cecicillia yang berkebangsaan Amerika tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung. Sepeninggal Jonathan, Cecillia mendapatkan warisan yang cukup besar dari beliau. Sejumlah properties dan aset bisnis serta sejumlah kecil saham perusahaan di Amerika. Sementara kepemimpinan perusahaan dan sebagian besar saham beralih ke tangan Victor, kakak laki-lakinya. Keluarga Tang bukan termasuk keluarga yang harmonis, melainkan cukup complicated. Diawali dengan pernikahan Jonathan Tang dan Miranda Ciputra, ibu Ceicillia yang berasal dari Indonesia. Pernikahan mereka dikaruniai dua buah hati, yakni Victor dan Ceicillia. Selama hidup bersama, Jonathan dan Miranda dapat mengembangkan bisnis keluarga mereka menjadi lebih maju. Namun kemajuan bisnis itu seolah menjadi bumerang, Jonathan sibuk mengurusi perusahaan di Amerika sementara Miranda lebih fokus dengan perusahaan Ciputra milik keluarganya sendiri. Jauhnya jarak yang terbentang pun membuat kedua orang tua Ceicillia berpisah saat dirinya masih duduk di bangku sekolah. Setelah perpisahan itu Victor tinggal di Amerika dan diasuh oleh ayahnya, sedangkan Cecillia diasuh oleh ibunya di Indonesia. "Ehm ... Aku tidak yakin langkah apa yang harus kita tempuh terlebih dahulu ..." Victor yang memimpin rapat kali ini terlihat gugup, sama sekali tidak dapat menguasai keadaan. Bahkan dia semakin terdesak oleh berbagai macam tuntutan dari para pemegang saham. Ceicilia melirik kepada kakaknya yang tidak memiliki wibawa layaknya seorang CEO perusahaan. Gadis itu membatin, "Salah sendiri selama ayah hidup kamu hanya tahu bersenang-senang, Vic. Makanya kamu jadi CEO yang tidak kompeten begini." Berbeda dengan Ceicillia yang dididik dengan keras dan disiplin oleh sang ibu, Victor malah dibiarkan saja berlaku seenaknya oleh sang ayah di Amerika. Jonathan megurusi sendiri urusan bisnis keluarga mereka tanpa melibatkan Victor. Di lain pihak, Ceicillia sudah dilatih untuk memimpin perusahaan oleh ibunya sejak lulus kuliah, perusahaan milik keluarga ibunya, Ciputra. "Come on Vic, this is easy." Ceicil berkata tanpa suara sambil mencolek lengan Victor yang duduk di sebelahnya. Dia juga menggeser note book yang telah ditandai ke arah sang kakak agar dapat dibacakan di rapat. "Baca tulisanku dan rapat menyebalkan ini akan segera berakhir!" Ceicillia semakin geregetan karena Victor tak kunjung memperdulikan dirinya. "Heeem?" Victor akhirnya menyadari teguran itu, dan membaca tulisan tangan Ceciciilia. "Ehm ... Yeah! The best idea is ..." Victor hendak mengemukakan ide dari Cecicillia, saat sebuah suara menginterupsinya dengan nada keras. Suara dari Mr. Sanders, salah satu pemegang saham dan dewan direksi senior. "Ceicillia, tolong hentikan tindakan kekanakanmu itu. Kami dapat melihat apa yang ingin kamu lakukan dengan memakai nama Victor. Sebaiknya kamu tinggalkan rapat ini dan serahkan kepada orang-orang yang lebih kompeten di sini." "Kami sedang membicarakan bisnis, bukan permainan game gadis kecil." Seluruh ruangan rapat dewan dipenuhi gelak tawa demi mendegnar teguran dari Mr. Sanders. Sepertinya mereka semua sepakat dengan perkataan bisnisman tua yang kolot itu. Sementara Victor yang ikut ditegur merasa malu dan memilih untuk menundukkan wajahnya dalam-dalam. "Sialaaan Pak Tua Sanders! Dia pikir aku seorang gadis kecil yang tidak bisa berbisnis?" Ceicillia membatin kesal karena merasa dilecehkan. Para pebisnis Amerika ini tidak tahu jika Ceicillia Tang dari Ciputra Group di Indonesia dikenal dengan sebutan ratu bisnis. Dia memiliki segudang pengalaman memimpin Ciputra Group sampai menjadi sebuah perusahaan raksasa multi dimensi seperti saat ini. "Jika mendiang ayahmu ingin mendengar pendapat darimu, maka dia akan menjadikanmu CEO. Tapi nyatanya dia memilih Victor, jadi kamu harus mendengarkan perkataannya dan para pemegang saham lainnya." "Saya juga salah satu pemegang saham, kenapa kalian tidak mau mendengarkan saya?" Cecicillia balik melakukan perlawanan, masih berusaha agar idenya dapat didengarkan. Sebenarnya bisa saja Ceicillia lepas tangan dan tidak memperdulikan nasib Victor dan perusahaan ayahnya di Amerika. Dia bisa kembali ke Indonesia dan berkuasa di singasana CEO Ciputra Croup yang empuk dengan segala kemewahan duniawi. Namun bagaimanapun, Ceicil masih punya hati. Dia masih mencintai ayah dan kakak kandungnya sendiri. Tak ingin aset peninggalan ayah mereka akan berakhir mengenaskan dengan kebangkrutan perusahaan serta membuat Victor jatuh miskin. "Kamu sudah melewati batas, dan jika diteruskan bisa membuat kami marah. Perlu saya tekankan sekali lagi, bahwa kami tidak memerlukan kamu." Sanders menekankan kalimat terakhirnya untuk memperjelas posisi Ceicillia. "Excused me, Saya ..." Ceicillia hendak menjawab saat Victor memotong ucapannya untuk melerai. "Saya rasa kita semua harus menahan diri, calm down please!" Semua peserta rapat seketika mengalihkan perhatian kepada Victor, hampir semua tepatnya. Karena Ceicillia dapat melihat dengan jelas bahwa Augusto Vitale sedang memperhatikan dirinya tanpa berkedip dari sisi sebelah kanan ruangan. "You know, saya sepertinya tertarik dengan gagasan yang ingin disampaikan oleh Miss Ceicillia Tang." Augusto berkata sambil sesekali memberikan lirikan dan senyuman ke arah Ceicil. Cecillia sedikit risih menyadari tingkah bisnisman asal Italia itu. Augusto Vitale menurut Victor akan menjadi mitra kerja yang tepat untuk bekerja sama. Namun Ceicillia tidak dapat melihat keuntungan dengan penggabungan perusahaan mereka yang bergerak di bidang berbeda. Ketidaksukaan Cecillia pun semakin bertambah karena Augusto kerap kali merayu dirinya secara terang-terangan di berbagai kesempatan. "Mungkin aku bisa gunakan Augusto Vitale untuk mendapatkan sedikit tambahan pengaruh? Duh makin runyam aja urusannya." Ceicil membatin sambil memperhatikan perkembangan situasi. "Anda tentu dapat memberikan gagasan, namun saya dan dewan direksi disini lebih senior dan berpengalaman dalam pasar Amerika." Sanders menjawab telak kepada Augusto. Sengaja menekankan bahwa pria itu bukan berasal dari Amerika. 'Lagi-lagi deskriminasi kan? Orang-orang Amerika banyak yang rasis dan kolot sekali. Mereka merasa sebagai bangsa yang paling hebat.' Berbagai dukungan kembali mengalir kepada Mr. Sanders. Dan Augusto pun tidak melanjutkan sanggahan dan pembelaan terhadap Ceicillia. Augusto juga memanfaakan kegaduhan suasana untuk mendekat depada Ceicillia dan berbisik. "You can count on me, Bella Donna." Ceicil semakin bergidik mendengar rayuan picisan dari Augusto, yang bahkan berani memanggilnya wanita cantik dalam bahasa Italia. Namun mengingat posisinya yang kurang menguntungkan saat ini, Ceicil berusaha untuk memupuk kesabaran dan menjawab netral. "Thank you, I aprreciated your support." "Anytime, preziosa." Augusto sumringah, melemparkan kedipan nakal kepada Ceicil. Membuat gadis itu semakin jengah dan kesal dalam ketidak berdayaan. 'Jelas sekali Augusto memiliki maksud terselubung dengan membelaku tadi. Entah itu motif pribadi, atau bisnis.' Ceicillia membatin nelangsa. 'Seandainya saja ada jalan untuk mendapatkan tambahan saham dan pengaruh di perusahaan.' Permainan pikiran Ceicillia tak bisa lepas dari berbagai scenario untuk mendapatkan pengaruh sepanjang rapat berlangsung. Sampai akhirnya rapat berakhir, dia bergegas mengemasi barang ke dalam tas dan pergi. Bahkan tanpa pamit dan beramah tamah kepada Victor dan para anggota dewan direksi lainnya. Ingin cepat-cepat kembali ke peraduan yang nyaman. Perjalanan dari kantor ke apartemen Ceicillia tidak begitu jauh, namun suasana jalanan yang sibuk pada jam pulang kerja membuat mobilnya terjebak kemacetan. Ceicil memanfaatkan waktu di mobil untuk memejamkan mata dan beristirahat sejenak, sampai sopir menurunkan dirinya di lobi apartemen. Gadis berdarah Amerika, China dan Indonesia itu pun melangkah ringan ke arah flat miliknya di lantai 7. Hal pertama yang ingin dilakukan Ceicil adalah ke arah kamar mandi untuk melepaskan penat dengan mandi air shower hangat. Kemudian mengisi perut dan tidur sepuasnya di kasur yang empuk. DING_DONG! Baru saja Cecicillia menyelesaikan ritual mandi, bel pintu apartemen berbunyi. Gadis itu pun buru-buru mengeringkan badan dan mengambil pakaian pertama yang dia lihat di almari. Sebuah t-shirt oversize yang kemudian dipakainya tanpa bawahan, baju rumahan yang nyaman. "Food! Finally!" Ceicil buru-buru menyambut tamu yang datang. Mengira bahwa makanan delivery order yang dipesannya saat di mobil tadi telah tiba. Cecicillia membuka pintu flat berbahan kayu, namun yang dia dapati bukanlah gadis yang biasanya mengantarkan makanan untuknya. Melainkan sesosok tubuh yang tidak asing, tersenyum kepadanya. Kedua mata Ceicil membola demi melihat sosok pria yang pernah mengisi hatinya, menjadi kekasih pada masa kuliah. Pria yang delapan tahun yang lalu sepakat untuk mengakhiri hubungan percintaan dengannya - Alexander Goldman.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD