Chapter 29

1216 Words

Regan mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan seraya memejamkan matanya sejenak. Di hari pertama mereka menjadi suami-istri, Regan sudah gagal melindungi Zee. Seharusnya pagi tadi dia tidak mengizinkan pergi sendiri. Harusnya dia menemani Zee agar dia tidak memberikan kesempatan untuk Oren melukai istrinya sendiri. Iya, Regan harus selalu mengingat bahwa Tjahaya Zeera kini adalah istrinya. Regan menatap Zee lekat-lekat dan membuat Zee mengeryitkan dahinya. Wanita itu masih sedikit takut karena baru saja, Regan membentaknya—walaupun tidak bisa dikatakan membentak juga, tapi nada suara dan tatapan Regan mampu membuat Zee tidak berkutik—padahal, Zee yang lebih dulu menantang Regan dengan sikapnya yang bisa dibilang kurang ajar. “Apa yang dia lakukan pada kamu, Zee?” tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD