Chapter 42

1199 Words

Pagi itu, Zee membuka matanya perlahan dan menyadari ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Terpaan napas hangat terasa di belakang leher Zee. Zee menahan senyumannya. Dia baru ingat apa yang dilakukannya dan Regan semalam. Perlahan, Zee membalikkan badannya dan dia terkejut saat menyadari wajah Regan sangat dekat dengannya. Zee mengusap rambut Regan perlahan sebelum akhirnya menjauhkan diri darinya dan pergi ke kamar mandi. Pipinya kembali merona jika mengingat bagaimana semalam berakhir untuk mereka. Zee menggelengkan kepalanya pelan. “Astaga, cukup, Zee. Berhenti memikirkannya atau kamu akan gila sungguhan.” Saat Zee keluar dari kamar mandi, Zee memerhatikan Regan yang sudah terbangun dan sedang bersandar ke kepala ranjang—dan tentu saja, sama sekali tidak memakai baju dan meme

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD