Regan menarik selimut yang ada di bawah kakinya dan Zer untuk menutupi tubuh mereka. Pria itu mendekatkan Zee untuk tertidur di atas lengan kekarnya. Zee yang masih terengah hanya menuruti apa yang Regan mau. “Zee.” “Hm?” “Kamu sudah ingin tertidur?” Zee dengan mata sayunya karena sudah dibawa ke langit ke tujuh oleh Regan mendongak dan tersenyum pada suaminya. “I’m just tired.” Setelah menghadiri acara Adele lalu dibawa ke ranjang oleh suaminya, tentu saja Zee tidak bisa mengelak bahwa tubuhnya sangat capai malam ini. Regan tertawa kecil dan mengecup puncak kepala Zee. “Sorry, aku terlalu kasar, ya?” Zee menggeleng dan menepuk-nepuk d**a Regan. “No. It was incredible.” Zee harus mengakui bahwa Regan adalah The God in bed. Regan sangat....sudahlah, Zee tidak bisa mendeskripsikannya.

