Chapter 44

1265 Words

Regan memeluk istrinya yang sedang membuat kue brownies untuk mereka minggu pagi ini. Dengan senyuman menghiasi wajahnya, Regan nyaman bersandar ke pundak Zee. “Is it for me?” Regan mengecup pundak wanita itu. Zee menghela napas, mencoba mengendalikan dirinya agar tidak gugup dan mempermalukan dirinya sendiri di depan suaminya. “For us,” ucapnya singkat. Regan membawa tubuh istrinya untuk menjadi lebih dekat dengannya dan Zee menahan napasnya karena ulah Regan. “Regan?” Tangan Regan liar mengganggu konsentrasi istrinya. Zee? Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain diam dan mencoba untuk tidak bertindak bodoh. “Kamu tidak protes saat aku mengganggu kamu seperti ini,” ucap Regan masih dengan suaranya yang rendah dan seduktif. Karena tidak tahan dengan suaminya yang sangat jahil, Zee mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD