ONS Bareng Pria Asing
Eugh. Lebih cepat!”
“Oke, Sayang.”
Dua orang manusia sedang memadu kasih di atas ranjang. Tidak sadar kalau disaksikan oleh seorang gadis kulit eksotis. Perut sang gadis bergejolak, rasanya ingin muntah melihat aksi b***t calon suami dan sahabatnya. Muak, jijik, benci, dan marah bercampur menjadi satu.
Alana menguatkan dirinya agar tak histeris. Dia meraih pot kristal yang dekat dengannya lalu melemparkan ke dinding. Suara kaca pecah mengagetkan kedua insan tak tahu malu.
Mereka menghentikan aksi itu, lalu menarik selimut guna menutupi tubuh telanjang.
“Sa-sayang! Ini gak seperti yang kamu lihat!” Sang pria berusaha berkilah membuat wanita yang berada di sampingnya kesal.
Mereka adalah Aurel dan Azriel. Dua orang terdekat Alana yang ternyata tega menusuk gadis itu dari belakang.
Kembali lagi pada Alana. Gadis itu menarik sudut bibirnya ke atas. Tersenyum sinis seolah tak memperdulikan apa yang terjadi.
“Haiss … syukurlah!” Alana melangkah mendekati ranjang dengan perlahan. “Selama ini aku berdoa pada Tuhan agar dijauhkan dari laki-laki tak setia dan Dia langsung mengabulkannya. Dengan kuasa-Nya Dia menunjukkan kalau kamu tidak pantas mendapatkan wanita hebat sepertiku!” sambung gadis itu menatap rendah dua manusia di hadapannya.
Tersinggung tentunya. Hati Azriel memanas, tidak terima dengan perkataan Alana. Apalagi gadis ini terlihat baik-baik saja. Tidak marah atau menangis melihatnya selingkuh. Padahal, selama ini Alana sangatlah bucin padanya.
“Jaga ucapan kamu, Alana. Bagaimanapun aku calon suamimu!” tegas Azriel menatap tajam sang kekasih.
“Dan sekarang kamu bukan calon suamiku lagi! Pernikahan kita batal. Lalat sepertimu tidak layak mendapatkan bunga. Kamu lebih cocok mendapatkan bangkai busuk seperti dia!” Alana menunjuk wajah Aurel.
Wanita penggoda itu langsung menepis tangan Alana. “Kamu yang bangkai, bukan aku!” bentak Aurel keras membuat Alana menamparnya.
“Pengkhianat sepertimu tidak layak meninggikan suaranya di depanku!” tegas Alana dengan nada sarkas membuat suasana semakin mencekam.
“Sayang, kamu tidak apa-apa?” Azriel tampak mengkhawatirkan Aurel membuat Alana terdiam sejenak.
Wanita penggoda menggelengkan kepalanya. Lalu dia menatap sinis Alana. “Aku bukan pengkhianat. Karena dari awal Azriel memang pacarku. Asal kamu tahu, dia mendekatimu karena ingin warisan papamu yang sudah di dalam tanah itu!” jelas Aurel blak-blakan membuat tubuh Alana termangu.
Beberapa detik dia terdiam guna mencerna perkataan Aurel. Memang benar kalau yang membuatnya dekat dengan Azriel adalah si w*************a. Namun, dia tak menyangka kalau tujuan Azriel hanyalah harta.
“Kurang ajar kalian berdua!” Suara Alana bergetar karena menahan amarah. Wajahnya memerah, dia langsung meraih guci terdekat dan ingin melempar ke arah Azriel.
Pria itu dengan cepat bangkit dan langsung mencekal tangan Queen. “Apa-apaan kamu, Alana!”
“Lepas! Lepas!” jerit Alana kencang. Pada akhirnya, guci tersebut jatuh dan pecah. Azriel menyeret Alana keluar dari apartemen.
Sungguh miris nasib Alana. Gadis itu datang ke Belanda untuk menjenguk sang kekasih. Nyatanya fakta pahit yang dia dapat.
“Karena kamu sudah tahu semuanya, maka pernikahan kita batal!” Azriel menatap tajam Alana yang berdiri di depan apartemennya.
“Tentu saja, Bodoh. Sedari tadi pernikahan kita batal!”
Perdebatan Kecik terjadi antara keduanya, hingga Azriel menutup pintu. Sang gadis menendang pintu apartemen. Lalu beranjak dari sana.
Saat tiba di lobi. Alana meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka Azriel juga Aurel sangat tega membohonginya. Padahal, mereka telah lama bersama, sakit sekali hati Alana.
Bayangkan saja bagaimana perasaanmu saat dikhianati oleh sahabat juga calon suamimu. Sakit sekali, bukan?
“Jangan nangis, Alana. Kamu tidak boleh menangisi dua bajuangan itu!” gumamnya pelan berusaha memberi sugesti pada diri sendiri agar tak menumpahkan air mata.
Gadis mandiri itu sangat pandai mengontrol diri, meski hatinya hancur. Dia masih bisa memasang wajah dingin. Walau air mata turun setetes demi setetes.
Di sisi lain, sekelompok pria sedang mencari gadis perawan untuk tuannya. Mereka kesulitan karena sang tuan tak ingin dilayani oleh wanita malam
“Di mana kita harus mencari wanita yang masih perawan?”
“Mencari wanita perawan di negara kita bagai mencari jarum dalam jerami. Sulitnya minta ampun.”
Mereka mengeluh di dalam mobil, hingga mata si pengemudi tertuju pada seorang gadis asing yang keluar dari gedung apartemen.
“Sepertinya gadis itu masih perawan.”
Temannya ikut membenarkan karena wajah gadis tersebut seperti orang Asia. “Wajahnya juga Asia, seperti wajah tuan. Bedanya tuan sedikit dominan Belanda, seperti ayahnya!”
“Kita culik saja dia. Mumpung jalanan sepi.”
Mereka langsung menjalankan misi, yaitu menculik gadis asing. Saat mobil melaju lambat tepat di samping wanita muda. Pria itu langsung menutup mulut si korban penculikan dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius.
“Eum!” Sang gadis berusaha melawan beberapa saat, setelahnya ia jatuh pingsan.
“Go … go!”
Pada akhirnya, sang gadis berhasil diculik dan dibawa ke tempat yang nantinya akan mengubah kehidupan gadis itu.
Seorang pria tampan bak patung dewa Yunani berendam di air dingin. Sesuatu terjadi membuat hasrat liarnya berusaha mengambil alih kesadaran. Berulang kali menampar pipi sendiri guna membuat pria itu sadar.
Efek obat perangsang yang diberikan oleh lawan bisnisnya sangatlah hebat, sehingga membuat pria itu harus berendam di air yang dipenuhi es batu. Bila tidak, pria itu akan menggila karena dibutakan hasrat.
“Sial! Awas saja kau Pak Tua. Aku bersumpah akan membuat perusahanmu gulung tikar!” umpatnya murka dengan nada suara rendah.
Bibirnya sudah membiru saking lamanya berendam. Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk membuat pria itu bangkit dari sana, tak lupa memakai kimono guna menutupi aset pribadi.
Tangannya bergerak membuka pintu kamar mandi. Netra tajam berwarna biru itu menatap sang bawahan dengan tajam.
“Kau berhasil?” tanya pria itu dengan suara serak.
“Berhasil, Tuan.” Sang bawahan menyingkir dari pandangan tuannya. Tampaklah seorang wanita muda terlelap di atas panjang. Dari pakaiannya saja pria yang dipanggil tuan itu tahu kalau sang wanita adalah keturunan baik-baik.
Sangat jarang di lingkungan mereka melihat gadis muda berpenampilan sopan. Semakin berkembang zaman membuat budaya pakaian para wanita di sana semakin terbuka.
“Bagus. Kau bisa keluar! Jaga rumahku, jangan biarkan siapapun mengganggu!” tegas sang tuan dengan gagah.
“Siap, Tuan.”
Setelah kepergian anak buahnya. Pria itu segera mendekati ranjang. Dia tersenyum penuh arti melihat wajah ayu wanita muda eksotis itu.
“Maaf!”
Kimono terlepas dari tubuh. Membuat pria itu telanjang sempurna. Dia segera naik ke atas ranjang dan menyentuh sang wanita dengan liar. Akibat obat perangsang membuat pria itu tak mampu lembut. Tergesa-gesa dengan penuh hasrat membuatnya berteriak penuh kenikmatan.
Berhenti sejenak setelah tiga kali mengeluarkan benih ke dalam rahim sang wanita. Entah berapa banyak dosis bius yang diberikan oleh bawahannya, sehingga membuat wanita itu tak sadar. Hanya dahinya yang berkerut sesekali.
“Gila! Ini sungguh gila! Tubuhmu benar-benar membuatku gila.” Di tuan mendamba tubuh nona. Memuja dengan kata-kata manis, sayangnya sang nona tak terjaga.
Setelah berkali-kali menumpahkan benih. Sang tuan akhirnya tumbang, dia memeluk erat si nona.
“Terima kasih,” bisiknya pelan seraya tersenyum tipis.
Dia sangat senang sekali. Keperjakaannya jatuh pada gadis perawan. Andai saja dia pulang terlambat tadi. Bisa jadi pria itu tidur dengan wanita bayaran.
“Siapapun namamu, aku akan memanggilmu calon istriku.” Pria sejati itu telah menetapkan, bahwa sang gadis akan menjadi calon istrinya.
Pria sejati tidak boleh ingkar janji atau lari dari tanggung jawab. Dia telah bersumpah saat dibuat sekarat oleh hasrat akan menikahi wanita yang ia tiduri.
“Nyonya muda Arnold Cleotra,” sambungnya lagi lalu mengecup kening wanita itu.
Arnold terlelap sempurna. Dia sangat lelah setelah bertarung dengan hasrat dan bersenggama dengan wanita muda. Di keheningan malam, perlahan mata sang gadis terbuka.
“Eugh! Sakit,” lirihnya pelan. Dia belum sadar akan apa yang terjadi. Setelah beberapa saat nyawanya terkumpul dan tersentak kaget saat mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Dia diselingkuhi oleh calon suami dan dikhianati oleh sahabatnya, kemudian diculik oleh dua pria asing dan … wanita itu meneteskan air matanya. Dia mengintip tubuhnya yang terbungkus selimut.
Jantungnya terasa sakit saat melihat dirinya telanjang. Dia berteriak tertahan karena takut akan memancing perhatian orang lain.
“Aku kotor,” lirihnya pelan lalu menutup mulutnya guna menahan tangis.
“Jangan menangis. Aku akan bertanggung jawab.”