2. Grand Opening

1679 Words
Pagi hari yang cerah ini sudah terlihat banyak wanita-wanita yang sedang memasuki sebuah salon kecantikan. Waktu masih menunjukkan pukul sembilan pagi tapi salon kecantikan yang berada di kawasan Jakarta Selatan tersebut sudah ramai didatangi para pengunjung. Ternyata itu adalah salah satu salon kecantikan yang sedang melakukan grand opening. Jelas saja begitu banyak pengunjung yang berbondong-bondong karena salon tersebut menawarkan diskon menarik untuk setiap perawatan. “Wah senang sekali ada salon kecantikan di dekat sini, apalagi banyak diskonnya saat grand opening ini,” kata salah seorang wanita muda pada seorang temannya. “Iya aku jadi bisa perawatan wajah dengan harga murah deh,” timpal kawannya itu. Di saat kedua wanita itu membuka pintu salon dengan ramah seorang karyawan salon menyapa mereka dengan ramah dan penuh senyum. “Selamat pagi Mba, ada yang bisa saya bantu?” tanya salah seorang karyawan di salon itu. “Iya Mba saya mau creambath bisa kan?” tanya wanita itu. “Tentu bisa Mba. Mari silahkan isi data pengunjung terlebih dahulu supaya nanti bisa mendapatkan kartu member,” jawab sang karyawan tersebut. Pegawai tersebut langsung mengajak dua wanita itu untuk memilih perawatan apa saja yang mereka butuhkan dan segera membawa keduanya untuk duduk di kursi agar dimulai perawatannya. “Silahkan berbaring di sini ya Mba, biar saya cuci dulu rambutnya,” perintah salah satu pegawai salon itu. “Oh, baik,” ucap sang pelanggan yang kini sudah terbaring. Tak lama mulailah beberapa orang memasuki salon dan mendaftarkan diri mereka di meja resepsionis sambil memilih perawatan apa yang akan mereka ambil. “Silahkan ke meja registrasi untuk memilih perawatan yang diinginkan ya,” perintah salah seorang pegawai yang berjaga di pintu masuk. Sekitar satu jam dari dibukanya salon ini suasana semakin ramai. Di antara keramaian para pengunjung ada seorang wanita muda berumur kira-kira dua puluh lima tahun dengan hidung mancung dan tinggi 169 cm serta mempunyai kuning langsat. Ya, dia adalah Dinar Maharani yang tak lain adalah owner dari salon kecantikan ini. Dia melihat hampir semua pegawainya sibuk bekerja hingga dia memutuskan memangil salah satu karyawannya untuk menanyakan soal grand opening tersebut. “Des, gimana respon para pengunjung?” tanya Dinar pada salah satu karyawannya yang bernama Desy. “Wah mereka sangat antusias Bu, sampai-sampai kita agak kewalahan ini menghandle para pengunjung,” ucap Desy. “Ya sudah kalian bagi tugas secara adil dan baik ya, jangan sampai ada pengunjung yang terabaikan apalagi kecewa,” pesan Dinar. “Baik Bu,” ujar sang karyawan kemudian berlalu dan melanjutkan tugasnya. Dinar merasa bangga melihat salonnya disukai oleh banyak kalangan masyarakat. Dia sangat puas karena apa yang menjadi cita-citanya kini telah tercapai sedikit demi sedikit. Di usianya yang terbilang muda tapi Dinar bukan hanya memiliki satu usaha saja. Ini adalah salah satu dari ketiga salon yang telah ia dirikan, dan kabarnya wanita berkulit kuning langsat tersebut akan membuka satu usaha lagi yaitu sebuah klinik skincare. Di tengah kesibukannya dia juga tetap menyempatkan diri untuk mengawasi setiap salonnya yang semua berada di Jakarta. “Halo selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” sapa Dinar pada seorang ABG yang baru saja masuk ke salon. “Siang Mbak. Hm, gini aku mau potong rambut, kira-kira model apa ya yang cocok sama wajahku?” tanya si ABG. “Ok baik silahkan duduk terlebih dahulu,” ajak Dinar. Tanpa ragu Dinar pun memberi masukan pada sang ABG tentang model rambut apa yang cocok untuknya. Dan setelah si ABG setuju dengan pilihan Dinar maka dia memanggil salah satau chapster untuk melayani pengunjung tersebut. “Tolong kamu layani adik ini seperti yang saya jelaskan tadi ya,” perintah Dinar pada chapsternya. “Baik Bu, saya akan lakukan yang terbaik.” Kata si pegawai menurut sambil menyiapkan segala perlengkapannya. “Terima kasih ya Mba,” ucap si ABG. “Sama-sama,” timpal Dinar sambil tersenyum dan berlalu. Dia sangat senang karena bisa menyapa langsung para pengunjung. Dia juga bisa terjun langsung dalam memberi arahan bagi pengunjung yang membutuhkan. Dinar menghampiri mereka satu-persatu baik yang sedang dilayani maupun yang sedang menunggu. “Selamat siang, maaf ya masih antri untuk perawatannya,” sapa Dinar pada tiga orang wanita yang sedang menunggu giliran. “Siang, iya Mbak gak apa-apa kami nyaman kok di sini,” ucap salah seorang dari mereka. “Syukurlah kalau begitu. Kalau boleh saya tahu apa kebutuhan kalian? Potong rambut? Creambath? Lulur atau menipedi?” tanya Dinar. “Kalau aku sih mau luluran Mbak,” “Aku creambath,” “Kalau aku mau coloring, bisa minta rekomendasi warna apa yang cocok buat aku gak Mba?” tanya seorang wanita muda yang kelihatannya baru lulus sekolah. “Oh iya tentu aja bisa,” jawab Dinar sambil mendekat ke wanita itu. Dinar menyentuh rambut si wanita itu sambil menjelaskan apa warna yang cocok untuk kulitnya. Bukan hanya itu saja, Dinar juga menjelaskan apa saja rangkaian untuk melakukan pewarnaan pada rambut. Dia menjelaskan langkah apa saja yang diperlukan sampai bagaimana cara merawat rambut yang sudah diwarnai sehingga tidak akan merusak bagian rambut itu sendiri. “Wah makasih banyak ya Mbak arahan dan informasinya. Saya pikir hanya di warnai saja terus selesai, ternyata ada perawatannya juga,” kata si wanita tadi. “Ya untuk hasil yang maksimal memang perlu perawatan, bukan hanya untuk rambut tapi untuk semua yang kita miliki,” jelas Dinar. “Tapi kalau untuk perawatan jangka panjang berarti biayanya lumayan juga kan Mba?” ucap si pengunjung itu. “Tenang saja karena kamu datang disaat grand opening maka saya akan kasih kamu voucher diskon untuk beberapa perawatan ke depan,” kata Dinar menawarkan. Si pengunjung terlihat begitu senang karena selain mendapat arahan langsung dari sang owner dia juga mendapat voucher untuk perawatan di salon ini. “Beneran ini Mbak?” tanya si wanita ragu. “Iya dong beneran. Masa saya memberi harapan palsu sama pelanggan,” ujar Dinar sambil tertawa. “Ah ini sih emang udah jadi salon yang top deh. Mengerti akan kebutuhan pelanggan. Terima kasih ya Mba, semoga selalu lancar usahanya,” kata wanita itu. “Aamiin ... terima kasih juga doanya. Nanti langsung temui saya ya untuk pengambilan vouchernya, bilang aja mau ketemu Dinar. Saya permisi dulu ya,” pamit Dinar dan menghampiri para pengunjung lain. Kali ini Dinar menghampiri pengunjung di ruangan Spa. Dia menanyakan kepada para pengunjung yang sedang dilulur. Dia tertuju pada wanita yang usianya bisa dibilang cukup tua darinya. “Siang Ibu, bagaimana pelayanan kami, apa ada kekurangan atau keluhan?” tanya Dinar pada seorang Ibu yang sedang terbaring sambil menikmati pijatan dari seorang pegawai. “Siang Mba. Rasanya tidak ada keluhan apapun Mba, saya sangat rilex. Pijatannya juga lembut tapi tetap berasa,” ujar si Ibu. “Wah alhamdulillah kalau begitu ya Bu. Semoga Ibu puas dengan pelayanan kami,” ucap Dinar. “Iya Mba saya puas banget kok. Saya akan merekomendasikan salon ini pada teman-teman arisan saya,” ucap si Ibu. Dinar tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada si Ibu yang ingin mengajak teman-temannya untuk berkunjung dan melalukan treatment di salonnya. Dia berpesan pada karyawan-karyawannya untuk selalu memuaskan pelanggan. “Tolong layani Ibu ini dengan baik ya,” ucap Dinar lembut pada pegawai yang sedang menangani si Ibu. “Baik Mba,” jawab sang pegawai. Dinar menghela nafas lega melihat kesuksesan salonnya, kesibukan para pegawainya di grand opening ini membuat dia semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik bagi bisnisnya agar bisa bermanfaat juga bagi karyawan-karyawannya. Dinar menuju ruangannya untuk mengambil ponselnya dan merekam segala aktifitas yang terjadi saat ini. Tak hanya itu, Dinar juga membagikan foto-foto dan videonya ke semua akun sosial media pribadinya. Dia juga telah membuat akun khusus salonnya tersebut supaya orang bisa lebih mudah mengenali salonnya itu. Respon teman-teman dan keluarga Dinar juga cukup baik. Semua yang berkomentar selalu menyisipkan doa untuk gadis itu dan juga bisnisnya. “Congrats ya Din, untuk grand opening salonnya,” ketik salah satu teman SMA nya Dinar di kolom komentar. “Dinar, hebat banget sih lu sekarang. Akhirnya bisa buka salon juga ya lu,” ketik teman kuliahnya yang kini telah menjadi IRT. Ketika Dinar sibuk membalas komentar mereka dan juga memposting semua kegiatan yang membuat para gadis, wanita dewasa serta ibu-ibu menjadi ingin mengunjungi salonnya, tiba-tiba datang seorang wanita yang tak kalah cantik masuk ke ruangan Dinar. Dia adalah sahabat sekaligus orang kepercayaan Dinar selama ini untuk membantu di setiap pekerjaannya. “Nar, hebat lu ya. Gue gak nyangka kalau grand opening salon lu akan seramai ini,” kata Natalie yang tak lain adalah teman dekatnya Dinar. “Alhamdulillah Nat, gue juga seneng sekaligus terharu sama antusias para pengunjung,” ucap Dinar bangga. “Gila, kalau tiap hari pengunjungnya kaya gini sih gue yakin dalam waktu sebulan lu udah balik modal,” ledek Natalie. “Hahaha, lu itu ya paling bisa deh kalo ngomong. Gimana lu mau perawatan apa hari ini?” tanya Dinar. “Ah gue mah gak kepikiran Nar, liat rame kaya gini aja gue udah mumet. Gue ke sini tadinya mau ajak lu makan siang bareng,” ucap Natalie. Mendengar kata makan siang sontak membuat Dinar melirik jam tangannya. Dan benar saja waktu sudah menunjukkan pukul sebelas. Semakin siang keadaan salon semakin ramai. Dinar juga mengingatkan pada karyawannya agar bergantian melayani pelanggan supaya mereka juga bergantian istirahat. Berhubung mendekati jam makan siang, maka Dinar berinisiatif untuk memesan makanan untuk para pegawainya sebelum dia pergi makan dengan Natalie. “Bisa aja sih Nat, tapi yang deket-deket aja ya. Takut kalau para pegawai butuh bantuan gue,” kata Dinar. “Ya udah kita makan siang aja di ruangan lu tanpa perlu keluar. Kita pesan aja lewat ojek online kan gampang,” saran Natalie. “Oh iya ya. Kalau gitu gue pesan buat pegawai-pegawai gue juga deh. Takut mereka gak sempet beli makan,” kata Dinar. Natalie hanya mengangguk menyetujui usul Dinar. Dia pun duduk di sofa yang berada di ruangan Dinar sambil menunggu si pemilik salon memesan makanan. Natalie turut berbahagia melihat sahabatnya kian melebarkan sayapnya ke berbagai bidang salon kecantikan yang disukai oleh banyak kaum hawa. Sahabatnya itu membuktikan diri, bahwa setiap orang yang meyakini bahwa kesuksesan akan dia dapati, maka jalan akan dipermudah, halangan akan diringankan. Selama tekad dan doa masih berada dalam genggaman.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD