Sesuai kesepakatan tadi siang. Tepat jam 6 sore, setelah selesai berkutat dengan pekerjaannya, Jessica pun menaiki mobil jemputan, yang dikemudikan sendiri oleh Mathias, sang kepala pengurus rumah tangga keluarga besar Alvarendra. Jessica pergi untuk memenuhi undangan makan malam bersama nyonya besar, Pratiwi Alvarendra, di mansion mereka yang letaknya di kawasan perumahan elite. “Om, gimana kalo misalkan, aku menolak undangan makan malam ini? Apakah nyonya Tiwi bakalan marah sama aku?” tanya Jessica dengan hati-hati, setelah mobil mulai meluncur membelah jalanan ibukota yang sedang padat dengan kendaraan. “Panggil saya dengan nama Mathias aja non.” ucap pria paruh baya itu dengan nada sopan. “Tidak boleh begitu lah om. Kan tidak sopan didengar.” sanggah Jessica yang mendadak menjadi p

