Samuel menghela napas lega ketika matanya menangkap sosok Julia yang terbaring tenang di atas ranjang king size. Napasnya lembut, teratur, seperti alunan simfoni yang menenangkan. Wajahnya tampak damai dalam tidur, seakan semua badai yang melingkupinya di dunia nyata tak mampu menjamah alam mimpi. ‘Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tampak cemas seperti ini?’ gumam Samuel dalam hati, pikirannya dipenuhi pertanyaan yang menghantui. Ia berbalik, hendak meninggalkan kamar itu, mencoba mengubur kegelisahan yang menyelinap ke dalam dirinya. Namun, langkahnya terhenti. Kepalanya menoleh kembali ke arah Julia, seperti ada magnet tak terlihat yang menariknya. “Ck!” Samuel berdecak, suara kecil itu terdengar lebih seperti makian untuk dirinya sendiri. Kenapa aku terus memastikan dia baik-ba

