"suami ku ada surat untuk mu" ujar Rania kepada chello suaminya
"dari siapa?" tanya chello.
"aku tidak tau, tadi sanum yang memberikannya dan ia juga tidak tau siapa wanita itu" jelas Rania.
"akan aku baca nanti, siapkan air hangat untukku mandi" ujar chello kepada istrinya.
Rania langsung mengerjakan permintaan suaminya, ia pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk suaminya mandi.
dikamar chello dan Rania.
"siapa yang memberikan surat ini?" tanya chello dalam hatinya.
sambil berfikir siapa yang memberikan surat itu, chello beranjak dari dalam kamarnya menuju kamar mandi.
"air hangatnya sudah siap sayang" ujar Rania kepada chello saat sampai dikamar mandi
"istri ku ada perasaan tidak enak dalam hati ku" ujar chello.
"sayang jangan berfikir yang buruk semoga surat itu adalah kabar baik" Rania menenangkan suaminya.
chello berendam didalam bak mandi sambil memikirkan siapa pengirim surat tersebut.
~didalam kamar Rachel~
"sanum apa kira-kira aku bisa bertemu dengan tuan muda itu?" tanya Rachel yang masih memikirkan pria tampan yang diceritakan oleh orang-orang.
"kemungkinan bisa nona" ujar sanum.
"besok kita jalan-jalan lagi yuk" ajak Rachel pada sanum
"aku tidak mau kalo nona berbuat hal yang berbahaya lagi" sanum merajuk.
"tenang sanum kali ini aku akan menjadi nona manis mu" janji Rachel sambil tersenyum penuh makna.
Rachel yang sibuk berbincang-bincang didalam kamar ternyata sedang dalam pengawasan ayahnya.
~diruang kerja chello~
"siapa yang mengirim surat itu?" chello kembali bertanya-tanya.
flasback chello membuka surat rahasia.
setelah berpakaian rapih chello membuka surat yang dititipkan kepada istrinya oleh sanum pelayan putrinya.
"simbol kerajaan" chello melihat simbol yang ada di ujung kertas surat.
"tolong temui saya dimenara dekat kantor pertahanan, bawa istrimu bersamamu" isi surat untuknya.
flashback off
"untuk apa ia memintaku menemuinya bersama istri ku" chello kembali memikirkan isi surat tersebut.
tok tok tok
pintu ruang kerja chello terketuk dari luar.
"masuk" ujar chello masih dengan fikirannya yang melayang.
"suami ku, ini aku buatkan camilan untukmu dan teh hangat" Rania menaruh nampan berisi teh dan camilan di meja kerja suaminya.
"sayang apa isi surat itu?" tanya Rania penasaran.
"kita ditunggu besok di menara dekat kantor pertahanan" jelas chello sambil memegang tangan istrinya untuk mencari ketenangan.
"siapa yang mengirim surat itu?" tanya Rania lagi.
"disana ada simbol kerajaan, kemungkinan besar itu adalah simbol dari istana ratu" ujar chello.
"kenapa ratu ingin bertemu dengan kita?" tanya Rania lagi karena penasaran
"aku juga tidak tahu, tapi perasaan ku semakin tidak enak setelah membaca isi suratnya" chello menunjukkan wajah cemasnya
"jangan terlalu cemas" Rania menepuk pundak suaminya.
~kondisi dikediaman ratu~
"apa menteri chello sudah membaca surat yang aku titipkan kepada pelayan itu?"
"menurut pemberi informasi Mentri pertahanan sudah membaca surat yang ratu tulis namun masih belum tahu kalau ratulah yang menulis surat itu" jelas selny pelayan kepercayaan ratu.
"pastikan ia menuju menara dan bertemu dengan ku, ini menyangkut raja" ratu memberikan perintah kepada selny.
"baik ratu saya akan pastikan itu" ujar selny yang selalu memenuhi perintah tuannya.
sore berganti malam semua insan beristirahat agar besok bisa melanjutkan hidup dengan penuh semangat dan dapat berjuang kembali agar hidup ini menjadi lebih baik lagi.