ibu suri bersiap untuk melakukan perjalanan rahasianya, semua yang ia lakukan untuk menolong putranya dan memberikan keadilan kepada sang menantu yang merupakan ratu kerajaan.
"semua sudah siap?" tanya sang ibu suri.
"sudah siap semua ibu suri" sahut sang pelayan setianya.
ibu suri dan pelayannya keluar istana diam-diam.
saat diperjalanan disebuah pasar tradisional.
"hei tunggu disana jangan bergerak, aku pasti akan menghukum mu" teriak seorang wanita yang mengejar pencuri.
"nona nona tunggu aku" teriak pelayan sang wanita.
"hah hah hah aku tidak bisa mengejarnya" pelayan itu pun berhenti mengejar tuannya.
dikejauhan sang ratu yang melihat kejadian itu merasa tertarik kepada wanita yang mengejar pencuri tersebut.
"cepat panggil pelayan itu" ujar sang ratu.
"baik ratu" jawab para pelayannya.
para pelayan ratu menghampiri pelayan yang sedang kelelahan tersebut.
"permisi, silahkan ikut kami sebentar ada yang ingin bertemu" ujar pelayan ratu.
"ada apa?" tanya sang pelayan.
"jangan banyak bertanya ikuti saja kami" pelayan ratu membawa nya menuju sebuah toko kecil dimana sang ratu sedang beristirahat.
"nyonya ini pelayan tersebut" ujar pelayan ratu yang sedang menyamar.
"apa itu adalah anak dari Mentri pertahanan?" tanya sang ratu
"benar nyonya, maafkan jika nona Rachel mengganggu" pelayan itu bicara sambil tertunduk.
"dia tidak menganggu ku tapi aku ingin bertemu dengan menteri pertahanan dan istrinya besok" ujar sang ratu tanpa memberitahukan identitas nya.
ratu memberitahukan tempat dimana mereka akan bertemu melalui sebuah surat yang sudah ia tulis.
"baik nyonya saya akan sampaikan kepada tuan" ujarnya.
"sanum ayo kita pulang, aku sudah memberikan pelajaran kepada pencuri tersebut" teriak Rachel yang melihat palayannya sambil nafas terengah-engah.
"nyonya saya izin pamit" pamit sang pelayan
"nona tunggu" teriak pelayan tersebut.
saat diperjalanan pulang Rachel dan pelayannya.
"kamu bicara dengan siapa sanum?" tanya Rachel.
"aku juga tidak tahu nona, aku tidak sengaja bertemu wanita itu" jawab sanum.
"baiklah ayo segera kita pulang sebelum ayah memarahi ku" Rachel mempercepat jalannya.
sesampainya dirumah menteri pertahanan.
"nyonya" panggil sanum kepada istri menteri pertahanan.
"ada apa sanum, apa Rachel membuat masalah lagi?" tanya nya sambil terus menyulam.
"tidak nyonya hanya saja saya mendapat pesan surat untuk diberikan kepada tuan" ujar sanum.
"surat? dari siapa?" tanya Rania istri menteri pertahanan
"ini nyonya, saya tidak tau siapa wanita itu tapi ia ingin bertemu tuan dan nyonya" sanum memberikan surat tersebut kepada Rania.
Rania menerima surat itu dan berencana untuk membukanya namun ia mengurungkannya dan menunggu sampai suaminya pulang kerumah.
"sanum lain kali kamu harus bertanya identitas dari pemberi kabar" saran Rania kepada pelayan putrinya.
"baik nyonya" patuh sanum
"sudah pergi sana dan siapkan makan malam untuk Rachel" Rania menyuruh sanum pergi dari ruangannya.
dikamar Rachel
"sanum apa kamu tau tuan muda yang tinggal di pondok besar itu?" tanya Rachel.
"menurut informasi yang aku dapat pria itu sangat tampan dan juga sangat baik hati" lanjut Rachel.
"oooh itu tuan muda Sonny dia adalah putra dari menteri dalam negeri" ujar sanum
"apa benar ia sangat tampan?" tanya Rachel penasaran.
"benar nona dia sangaaaaat tampan" puji sanum.
Rachel yang penasaran dengan paras sang pria membuatnya membayangkan wajah pria tersebut.
"nona nona kenapa kamu bengong?" tanya sanum.
"nonaaaaaa" sanum berteriak keras.
"sanum apa-apaan kamu berteriak seperti itu?" marah Rachel.
"nona saya panggil pelan tidak menyahut malah terus bengong, apa yang sedang nona fikirkan ? " tanya sanum.
"aku tau pasti tuan muda Sonny, kau jatuh cinta yaaa?" goda sanum yang membuat wajah Rachel memerah.