37 Tidak Bisa Mundur Lagi

1184 Words

"Atau Anggie kena serangan jantung?" Raihan menatap Anggie tanpa bergerak. Tubuhnya terasa kaku saat mendengar lanjutan ucapan gadis itu. "Tapi kalo kena serangan jantung, ngap-ngap gitu kan kayak disinetron? Eh, iya nggak sih?" Anggie menoleh pada Raihan, berusaha memastikan pertanyaannya. Sayang sang dokter masih terlalu terkejut untuk memberikan jawaban pada Anggie yang kini menatapnya penuh rasa ingin tahu. "Mas? Kowe rapopo?" Katanya dengan wajah tanpa dosa. Raihan mengerjapkan matanya satu kali, lalu dengan bahu yang merosot dia menoleh pada Anggie. "Kenapa?" Balasnya. "Anggie nggak jantungan, kan? Masih dag dig dug dikit, nih. Takut loh, masih muda kena penyakit. Belom ke Arab soalnya." "Nggak. Kamu yang bikin saya jantungan." Katanya dengan wajah jelas-jelas terlihat kecewa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD